JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyatakan sekitar 750 angkutan kota (angkot) tidak akan beroperasi sementara di kawasan Puncak selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemberhentian sementara operasional angkot akan diberlakukan pada 24–25 Desember 2025 saat perayaan Natal, serta kembali dilakukan pada 30–31 Desember 2025 menjelang pergantian tahun.
Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, menjelaskan bahwa ratusan angkot tersebut berasal dari beberapa trayek di kawasan Puncak.
Baca Juga:Dari Bupati Termuda hingga OTT KPK, Ade Kuswara Kunang di Pusaran Dugaan Korupsi BekasiOTT KPK Seret Oknum Jaksa dan Pengacara di Bekasi, Dugaan Korupsi Berjamaah Menguat
“Angkutannya ya, 02A 520 kendaraan, 02B 157 kendaraan, dan 02C 73 kendaraan. Jadi total semua itu 750 kendaraan,” kata Kepala Dishub Bayu Ramawanto, pada Sabtu (20/12/2025).
Bayu menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan kompensasi kepada pemilik dan sopir angkot yang terdampak kebijakan tersebut.
“By transfer, Rp 200.000, antara pemilik dan sopir sama (besaran kompensasi),” jelasnya.
Dishub Kabupaten Bogor juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila masih ditemukan angkot yang tetap beroperasi di kawasan Puncak pada tanggal yang telah ditentukan, yakni 24–25 serta 30–31 Desember 2025.
Namun demikian, Bayu memberikan pengecualian bagi angkot yang membawa pasien atau orang sakit.
Kendaraan tersebut tetap diperbolehkan melintas, dengan catatan mendapatkan pendampingan dari petugas di lapangan.
“Ga bisa tetep ga bisa, pokoknya berbau-bau angkot ya sudah diberi kompensasi itu untuk tidak operasional. Kecuali bawa pasien, itu pun akan difasilitasi oleh petugas,” ujarnya.
Baca Juga:Terungkap! KPK OTT 9 Orang Sebelum Segel Ruang Kerja Bupati BekasiKPK Perluas Penyidikan di Bekasi, Kantor Disbudpora Ikut Disegel
Seiring dengan kebijakan tersebut, masyarakat di kawasan Puncak diimbau untuk memanfaatkan moda transportasi lain yang tersedia guna melanjutkan aktivitas selama masa pemberhentian operasional angkot.
“Pakai moda yang ada aja, kalau ada motor pake motor, seperti itu,” pungkasnya.
