Ia menjelaskan, pengembangan rimba kota ini memiliki fungsi ekologis yang krusial, terutama sebagai kawasan resapan air di tengah kondisi RTH Kota Cimahi yang masih terbatas. Tanaman keras seperti bambu dipilih karena kemampuannya menyerap air dan memperkuat struktur tanah.
Selain fungsi lingkungan, kawasan rimba kota tersebut juga dirancang untuk mendukung potensi wisata budaya Kampung Adat Cireundeu di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, yang lokasinya bersebelahan langsung dengan eks TPA Leuwigajah.
Keberadaan ruang hijau itu diharapkan menciptakan ekosistem baru yang lebih seimbang, termasuk menarik kembali fauna ke kawasan tersebut.
Baca Juga:Tingkatkan Keterampilan Warga Usia Produktif, Pelatihan Menjahit Garmen Digelar di PamulihanDorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai Tinggi
“Kita ingin mempertahankan sekaligus menambah kawasan resapan air. Ini bagian dari upaya mencegah bencana seperti banjir. Harapannya nanti juga muncul populasi fauna di rimba kota ini,” pungkas Chanifah. (Mong)
