Okupansi Hotel Ciamis di Musim Nataru Masih Stabil, Lonjakan Signifikan Belum Terjadi

Salah satu hotel di Kabupaten Ciamis masih sepi, Rabu (17/12/2025). Meski libur Nataru kurang dari dua pekan l
Salah satu hotel di Kabupaten Ciamis masih sepi, Rabu (17/12/2025). Meski libur Nataru kurang dari dua pekan lagi, sejumlah pemilik hotel mengaku belum ada lonjakan pengunjung. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, sektor akomodasi di Kabupaten Ciamis belum menunjukkan geliat signifikan.

Berbeda dengan tren di beberapa daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Barat yang kerap mengalami peningkatan drastis, tingkat hunian atau okupansi hotel di wilayah ini terpantau masih relatif stabil hingga pertengahan bulan Desember.

Kondisi tersebut dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha perhotelan, salah satunya The Priangan Boutique Hotel yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sindangrasa.

Baca Juga:Dorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai TinggiWacana Pilkada Lewat DPRD, Bupati Bandung Pilih Irit Bicara

Manajemen hotel mengonfirmasi bahwa peningkatan jumlah tamu belum terjadi secara tajam, meskipun pemesanan kamar sudah mulai masuk secara bertahap seiring mendekatnya hari raya. Manajer The Priangan Boutique Hotel Ciamis, Ega Hardiana, menyampaikan bahwa okupansi hingga saat ini masih cenderung normal dengan pola yang konsisten dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau lonjakan besar memang belum terlihat. Tapi untuk booking sudah ada, dan beberapa kamar sudah terisi. Tanggal 25 dan 26 Desember termasuk yang cukup ramai,” ujar Ega, Rabu (17/12/2025). Ia melanjutkan penjelasan mengenai pola okupansi yang lazim terjadi di Ciamis selama periode Nataru. Berdasarkan pengalaman, setelah tanggal 26, biasanya terjadi penurunan ringan okupansi pada 27 Desember. Namun, kondisi akan kembali stabil dan menunjukkan peningkatan mulai 28 Desember hingga memasuki malam pergantian tahun.

Ega menegaskan bahwa pola fluktuasi ini merupakan karakteristik khas Ciamis saat libur akhir tahun. “Untuk wilayah Ciamis, lonjakan saat Nataru memang tidak sebesar daerah wisata lain. Tetap ada tamu, tapi tidak sampai membludak,” katanya.

Kabupaten Ciamis yang, meski memiliki destinasi wisata, belum menjadi magnet utama wisatawan selama puncak liburan Nataru dibandingkan dengan kawasan seperti Bandung, Pangandaran, atau Lembang.

Dari sisi komposisi tamu, terjadi pergeseran yang dapat diprediksi. Pada hari-hari biasa, mayoritas tamu yang menginap didominasi oleh mereka dengan keperluan bisnis atau dinas. Namun, seiring masuknya periode libur panjang, terjadi peningkatan proporsi tamu yang berkunjung bersama keluarga. “Kalau hari biasa didominasi tamu bisnis. Saat libur panjang, tamu keluarga juga cukup banyak yang menginap,” jelas Ega.

0 Komentar