Viral Lansia Dievakuasi Pakai Ekskavator, Bupati Bandung Barat Janjikan Perbaikan Sistem Darurat

Lansia Diangkut Ekskavator, Jeje Janji Evaluasi Penanganan Darurat
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail (kanan). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di kawasan pinggir Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Seorang warga lanjut usia bernama Abah Dalang, berusia 80 tahun, harus dievakuasi menggunakan alat berat ekskavator saat mengalami sakit lambung dan membutuhkan penanganan medis segera.

Kondisi tersebut terjadi bukan tanpa sebab. Rumah Abah Dalang berada di jalur yang sedang dalam proses pembukaan akses pembangunan jembatan apung.

Jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena medan berlumpur dan licin, sehingga evakuasi secara konvensional hampir tidak memungkinkan.

Baca Juga:Waspada! Jaga Perbatasan Indonesia–Timor Leste, demi Ketahanan Pangan Nasional!Ridwan Kamil Digugat Cerai Atalia Praratya, Sidang Digelar 17 Desember 2025

Dalam situasi darurat itu, keluarga bersama warga sekitar terpaksa mencari solusi cepat. Ekskavator yang sedang beroperasi di lokasi proyek menjadi satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk membawa Abah Dalang menuju jalan utama.

Momen ketika Abah Dalang dipeluk anak perempuannya di atas bucket ekskavator terekam kamera warga. Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu keprihatinan publik, sekaligus pertanyaan mengenai kesiapan penanganan darurat di wilayah dengan akses terbatas.

Menanggapi peristiwa tersebut, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan rasa prihatin dan empatinya kepada keluarga Abah Dalang. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah.

“Abah Dalang mengalami sakit lambung dan harus segera mendapatkan penanganan medis. Akses menuju rumahnya bukan karena jalan rusak, tetapi jalur yang sedang dibuka sehingga belum bisa dilalui kendaraan,” ujar Jeje, Selasa (16/12/2025).

Jeje menjelaskan, penggunaan ekskavator dilakukan murni karena kondisi darurat. Saat itu, alat berat tersebut sedang berada di lokasi proyek dan menjadi satu-satunya sarana yang memungkinkan untuk evakuasi cepat.

“Atas pertimbangan kondisi darurat dan permintaan keluarga, pekerja proyek bersama warga berinisiatif menggunakan ekskavator untuk mengantar Abah Dalang menuju akses utama,” katanya.

Menurut Jeje, jarak evakuasi menggunakan ekskavator sekitar 350 meter hingga mencapai jalan utama. Setelah itu, Abah Dalang dapat melanjutkan perjalanan menuju fasilitas kesehatan dengan kendaraan lain.

Baca Juga:Persib Kalah Dari Malut United, Thom Haye Akui KecewaJadwal Padat Jadi Sorotan, Persib Akui Tak Ideal saat Tumbang di Kandang Malut United

Lebih jauh, Jeje menilai peristiwa ini menjadi cerminan tantangan nyata pelayanan publik di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh terulang di masa mendatang.

0 Komentar