“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami. Ke depan, penanganan kondisi darurat di wilayah seperti ini harus bisa lebih cepat, lebih sigap, dan benar-benar berorientasi pada keselamatan warga,” ucapnya.
Jeje juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menimbulkan keprihatinan luas. Ia mengakui bahwa koordinasi penanganan darurat di tingkat desa dan kecamatan belum berjalan optimal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf. Kami mengakui penanganan awal dari tingkat desa dan kecamatan belum berjalan optimal, sehingga menimbulkan kekhawatiran,” tandasnya. (Wit)
