JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui sektor pertanian. Salah satu upaya konkret dilakukan dengan kegiatan penanaman cabai bersama Kelompok Tani (Poktan) Biotani di Kecamatan Jasinga.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas strategis, khususnya cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama inflasi daerah.
Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan Pemkab Bogor, Mustaqim, menegaskan bahwa cabai memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah karena berpengaruh langsung terhadap inflasi, daya beli masyarakat, dan kesejahteraan petani.
Baca Juga:Dorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai TinggiWacana Pilkada Lewat DPRD, Bupati Bandung Pilih Irit Bicara
“Produksi cabai di Kabupaten Bogor saat ini mencapai 16.603,85 ton atau meningkat 19,5 persen dibandingkan tahun 2023,” ujarnya, Selasa (16/12).
Meski mengalami peningkatan signifikan, ia mengakui produksi tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan daerah. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor masih sangat diperlukan untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas.
Mustaqim menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Peran petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas cabai.
Sebagai wujud komitmen, Pemkab Bogor menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian, seperti benih dan bibit tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, pupuk dan pestisida, serta alat dan mesin pertanian guna meningkatkan efisiensi usaha tani.
Selain itu, pemerintah daerah juga memfasilitasi pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, meliputi jaringan irigasi, dam parit, jalan usaha tani, hingga rumah penampungan hasil pertanian. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.
“Dengan potensi pertanian yang besar, didukung semangat gotong royong dan keberpihakan nyata kepada petani, kami optimistis Kabupaten Bogor mampu mandiri pangan dan tangguh menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi, menjelaskan bahwa Gerakan Tanam Cabai merupakan langkah konkret dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Baca Juga:Gunakan Metode Sling Load, Pertamina Gerak Cepat Pasok LPG ke Daerah Bener Meriah Petir Hantam Rumah di Cikalongwetan, Seorang Mahasiswa Terluka
“Program ini bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas cabai, menambah pasokan di tingkat petani dan masyarakat, serta menekan fluktuasi harga yang kerap memicu inflasi, terutama saat hari besar keagamaan dan musim tertentu,” jelasnya.
