Gelar Pemerikasaan Mata Gratis, Sejumlah Siswa Akui Tak Sadar Alami Gangguan Pengelihatan

Gelar Pemerikasaan Mata Gratis, Sejumlah Siswa Akui Tak Sadar Alami Gangguan Pengelihatan
Pemeriksaan Mata Gratis: Sejumla siswasiwi menjalani pemeriksaan kesehatan mata dalam kegiatan layanan gratis, kolaborasi Lions Club bersama DP3AP2KB dan TP PKK Jawa Barat di Aula Pemkot Cimahi, Senin (15/12/2025). (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tak sedikit siswa yang baru menyadari adanya gangguan pada penglihatannya ketika mengikuti pemeriksaan kesehatan mata. Kondisi itu kerap berdampak pada aktivitas belajar, terutama saat membaca tulisan di papan tulis.

Kesadaran tersebut muncul setelah digelarnya pemeriksaan mata gratis yang diinisiasi Lions Club, organisasi internasional di bidang sosial kemanusiaan, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula B Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Senin (15/12/2025), itu disambut antusias oleh para siswa dari berbagai sekolah menengah di Kota Cimahi. Salah satunya Salwa Septiani (16), siswi SMKN 3 Cimahi, yang mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan tersebut.

Baca Juga:Deteksi Dini Gangguan Penglihatan, Pemeriksaan Mata Gratis Digelar Serentak di CimahiPeringati Hari Kesehatan Nasional 2025, Daya Group Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Warga SekitarĀ 

“Untuk kesehatan mata sendiri, menurut aku bagus banget soalnya ngebantu juga,” ujar Salwa usai menjalani pemeriksaan.

Ia menilai program tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi pelajar yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Apalagi buat anak-anak yang kurang dari segi keuangan atau ya, itu ngebantu juga buat kesehatan mata lebih lanjutnya,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, Salwa diketahui mengalami gangguan penglihatan pada kedua matanya.

“Hasilnya lebih gede yang kanan daripada yang kiri. Minus sama silinder,” ucapnya.

Salwa mengaku sebelumnya sudah pernah memeriksakan mata, baik di sekolah maupun di rumah sakit. Namun, menurutnya, pemeriksaan kali ini lebih menyeluruh.

“Sebelumnya udah, di sekolah sama di rumah sakit. Karena aku udah pernah di rumah sakit, jadi waktu di sekolah ditanya doang silinder sama minusnya. Jadi enggak kayak di sini gitu,” tuturnya.

Baca Juga:3 Siswa SD di Bogor Dilarikan ke RS Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis, Dinkes Lakukan PemeriksaanDeteksi Dini Penyakit, Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diapresiasi

Ia bercerita mulai menggunakan kacamata sejak kelas 9, namun sempat berhenti karena kacamata yang dipakainya rusak.

“Awalnya, aku memakai kaca mata sejak kelas 9 pakai, cuman patah, jadi enggak dilanjut,” katanya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Salwa merasa sangat terbantu, terlebih karena peserta juga mendapatkan kacamata.

“Tapi dengan ada kegiatan ini sangat membantu banget. Apalagi tadi kan dikasih kacamata juga,” ujarnya dengan nada senang.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

0 Komentar