China Jelaskan Alasan Imbauan Penundaan Perjalanan ke Jepang Usai Serangkaian Gempa

China Jelaskan Alasan Imbauan Penundaan Perjalanan ke Jepang Usai Serangkaian Gempa
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik, dibuat oleh AI)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan alasan di balik imbauan kepada warga Tiongkok agar menunda perjalanan ke Jepang setelah rangkaian gempa besar mengguncang negara tersebut.

Juru Bicara Kemlu China, Guo Jiakun, menyampaikan bahwa otoritas Jepang telah memperingatkan potensi gempa susulan dengan risiko lebih tinggi. Demi menjaga keselamatan warganya, Beijing langsung mengeluarkan peringatan konsuler resmi.

“Otoritas Jepang menyebut kemungkinan terjadinya gempa lebih besar. Dengan tanggung jawab atas keselamatan warga, pemerintah China segera mengeluarkan peringatan konsuler,” ujarnya.

Baca Juga:Ketiak Bau, Gelap, dan Cepat Basah? Saatnya Beralih ke Deodorant Natural yang Beneran Bekerja dari DalamAS Ajukan Rencana Pemulihan Ukraina dan Normalisasi Ekonomi dengan Rusia kepada Mitra Eropa

Melalui pengumuman di platform WeChat, pemerintah China menjelaskan bahwa sejak Senin (8/12), Jepang mengalami beberapa gempa, termasuk gempa bermagnitudo 7,5 yang menyebabkan sekitar 50 orang terluka, memicu tsunami, dan membuat lebih dari 100.000 orang harus mengungsi.

Pemerintah China juga meminta warga yang saat ini berada di Jepang untuk terus mengikuti perkembangan peringatan gempa, menaati instruksi evakuasi, mengambil tindakan pencegahan, serta menjauhi area rawan seperti wilayah pesisir.

Menurut Guo, melindungi keselamatan warga negara di luar negeri merupakan kewajiban diplomatik, terlebih setelah serangkaian gempa yang menimbulkan korban dan ancaman tsunami.

“Melindungi keselamatan warga China di luar negeri adalah tugas diplomatik kami, terlebih setelah rentetan gempa yang menyebabkan korban luka, tsunami yang terus dipantau, dan perintah evakuasi bagi lebih dari 100.000 orang,” kata Guo.

Imbauan perjalanan ini bukan kali pertama dikeluarkan. Pada 14 November 2025, China juga menyarankan warganya agar tidak bepergian ke Jepang karena meningkatnya ketegangan keamanan terkait isu Taiwan.

Di sisi lain, Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Sato Kei, menyatakan bahwa pemerintah Jepang telah berupaya menyediakan informasi penanganan bencana secara akurat dan cepat.

Hubungan Jepang–China memang tengah memanas sejak 7 November 2025, menyusul peringatan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bahwa tindakan militer China terhadap Taiwan dapat berdampak pada keamanan Jepang.

Baca Juga:Trump Ancam Presiden Kolombia di Tengah Upaya Menekan MaduroJanice Tjen dan Alexandra Eala Buka Musim 2026 di Turnamen WTA Auckland

Sebagai respons, China mengambil sejumlah langkah, seperti menghentikan impor produk laut Jepang, membatalkan pertemuan tingkat tinggi, mengimbau warganya untuk tidak belajar atau bepergian ke Jepang, hingga menunda perilisan film Jepang. Beijing juga memperingatkan akan mengambil tindakan balasan bila Jepang terlibat secara militer.

0 Komentar