JABAR EKSPRES – Amerika Serikat berencana membentuk sebuah koalisi baru untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan teknologi di bidang kecerdasan artifisial (AI) bersama mitra utamanya, seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.
Dalam pernyataan resmi pada Kamis, Departemen Luar Negeri AS menyebut inisiatif strategis tersebut dinamakan “Pax Silica”, yang bertujuan menciptakan struktur ekonomi berkelanjutan guna mendukung era kemakmuran berbasis AI di antara negara-negara partisipan.
Salah satu fokus utama koalisi ini adalah memperkuat rantai pasok bagi mineral penting, komponen semikonduktor, serta sumber daya lain yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan teknologi AI. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap semakin besarnya pengaruh China dalam industri AI global, terutama karena dominasinya dalam produksi dan pemrosesan logam tanah jarang.
Baca Juga:Jasmine Artiga Siap Pertahankan Gelar WBA Melawan Stephanie Silva di FloridaChina Jelaskan Alasan Imbauan Penundaan Perjalanan ke Jepang Usai Serangkaian Gempa
Koalisi AI tersebut dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada sebuah acara di Washington pada Jumat waktu setempat. Selain tiga negara Asia tersebut, Australia dan Israel juga akan bergabung dalam inisiatif ini.
Departemen Luar Negeri AS menambahkan bahwa seremoni peresmian itu akan dihadiri oleh perwakilan dari lebih banyak negara, termasuk Inggris, Kanada, Belanda, dan Uni Emirat Arab, yang menunjukkan luasnya dukungan internasional terhadap proyek kolaboratif ini.
