Pasokan Pangan Jelang Nataru, Warga Cimahi Diminta Tak Panic Buying

Ilustrasi pangan di Cimahi Jelang Nataru. Dok: Sekar Jabar Ekspres
Ilustrasi pangan di Cimahi Jelang Nataru. Dok: Sekar Jabar Ekspres
0 Komentar

Menurut Indra, harga beras, komoditas yang paling sensitif hingga kini masih aman dan tidak mengalami kenaikan berarti. Bahkan, cabai merah besar justru cenderung mengalami penurunan harga.

Namun ia mengingatkan bahwa memasuki momentum akhir tahun, dinamika harga merupakan hal yang sangat mungkin terjadi.

“Untuk tahun baru, kenaikan harga itu pasti ada dan tidak bisa sepenuhnya dikendalikan pemerintah, karena beberapa komoditas mengikuti mekanisme harga pasar,” ungkapnya.

Baca Juga:Kapal Pertamina Terus Bergerak: Antarkan Energi dan Harapan ke SumatraFitri Salhuteru Penuhi Panggilan Polda Jabar Terkait kasus Pencemaran Nama Baik 

Indra memastikan, pemerintah berfokus pada upaya pengawasan langsung, terutama terkait potensi kelangkaan. Ia mengatakan bahwa tekanan harga biasanya akan meningkat apabila terjadi kekurangan pasokan.

“Kalau sampai terjadi kelangkaan, itu akan memperparah kenaikan harga. Kalau untuk menurunkan harga pasar secara langsung, itu sebetulnya tidak mungkin karena sudah mekanisme pasar,” jelasnya.

Untuk menjaga kestabilan pasokan, Disdagkoperin Cimahi terus mengaktifkan sejumlah program reguler. Salah satunya adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) SiBesti yang menjadi program unggulan pemkot dalam menjaga ketersediaan beras di pasaran.

“Program standar kami adalah gerakan pangan murah SiBesti, khususnya untuk supply beras agar ketersediaan di pasaran tetap terjaga. Setiap hari Kamis terakhir di tiap bulan selalu kami lakukan. Untuk bulan November kemarin sudah dilaksanakan, sementara untuk Desember masih dalam tahap perencanaan, apakah tetap beras atau dialihkan ke komoditas lain seperti minyak goreng,” terang Indra.

Selain GPM, pemerintah juga menyiapkan operasi pasar (OPADI) dengan suplai bersubsidi yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini diharapkan dapat menekan potensi kenaikan harga pada komoditas pokok tertentu.

“Nanti kita bisa menjual komoditas dengan harga murah bersubsidi dari APBD Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Indra mengatakan bahwa secara keseluruhan, harga di pasar Kota Cimahi masih berada pada kategori stabil. Fluktuasi kecil yang terjadi dinilai masih dalam batas aman, terutama karena hanya terjadi pada dua komoditas.

Baca Juga:Hutan Kritis, Ancaman Bencana Makin Nyata!Transportasi Jawa Belum Merata, Bandung Masuk Sorotan Soal Wacana Kereta Cepat ke Surabaya

“Yang naik hanya cabai rawit merah dan hijau, sementara cabai merah besar malah turun,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam merespons kenaikan harga menjelang akhir tahun. Menurutnya, dinamika pasar pada momen tertentu merupakan hal yang wajar, dan pemerintah memastikan bahwa stok tetap aman.

0 Komentar