Pecahkan Rekor! 'Kenclengisasi' Baznas Ciamis Tembus Rp25,6 Miliar

Baznas Ciamis Himpunan Zakat Hingga Rp25,6 Miliar, Berkat Program Kencleng
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Lili Miftah saat diwawancara di ruang kerjanya belum lama ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Saat ini, program kencleng telah diimplementasikan di sekitar 70 desa di wilayah Ciamis. Lili yakin, dengan memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak desa, target yang lebih ambisius di masa depan dapat dicapai.

“Hingga kini, program kencleng telah berjalan di sekitar 70 desa. Saya meyakini, apabila diperluas hingga 150 desa, target penghimpunan Rp30 miliar pada 2026 bukan hal yang mustahil. Kalau semua desa ikut, insya Allah tercapai,” ucapnya.

Di sisi penyaluran, Baznas Ciamis juga mencatatkan keberhasilan dengan menyelesaikan berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Baca Juga:Berusaha Memahami Profesi Orang LainPersib Siap Kunci Tiket 16 Besar, Bojan Hodak Minta Waspada Bangkok United yang Tanpa Beban

Sepanjang 2025, lebih dari 140 unit rumah berhasil diperbaiki. Capaian ini melampaui rencana awal karena diterapkannya mekanisme kolaborasi atau ‘sharing’ dengan pemerintah desa setempat.

“Untuk program Rutilahu, dari anggaran Rp960 juta seharusnya 96 rumah. Namun karena banyak desa yang dampaknya tinggi dan adanya sharing, misalnya desa punya Rp5 juta, kebutuhannya Rp10 juta, kita bantu sisanya. Jadi pembangunan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas Lili.

Kinerja gemilang BAZNAS Ciamis, khususnya dalam memperkuat jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa, menarik perhatian pemerintah pusat. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menjadwalkan kunjungan kerja ke Ciamis dalam waktu dekat.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami langsung pola penguatan UPZ yang dinilai sukses mendorong pemerataan manfaat zakat hingga ke tingkat akar rumput. “Mungkin Bappenas ingin melihat langsung bagaimana UPZ desa kita bekerja, karena pola ini membuat manfaat zakat lebih merata dan terasa di masyarakat,” kata Lili.

Dengan fondasi sistem yang semakin kuat dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, BAZNAS Ciamis optimis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan tren positif ini di tahun-tahun mendatang.

Pencapaian Rp25,6 miliar bukan sekadar angka, melainkan representasi dari soliditas sistem, inovasi program, dan partisipasi masyarakat yang telah bersinergi untuk kebaikan bersama. “Mudah-mudahan sistem yang kami bangun dan jalan yang Allah berikan terus membawa kebaikan bagi semua,” pungkas Lili Miftah. (CEP)

0 Komentar