Dia mengakui banyak titik PJU tertutup oleh pohon-pohon besar yang menjulang di tepi jalan. “Setelah dipangkas, jalan jadi lebih terang. Ini sangat bermanfaat bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Selain soal pencahayaan, Rasdian menyoroti bahaya ranting patah saat angin kencang. Kalau nanti tidak ditebang, katanya, akan menimbulkan bahaya ketika ada badai dan hujan. Bahaya bagi pengguna motor maupun mobil.
Dia memastikan pemangkasan dilakukan bertahap, bukan sekadar seremoni. “Kita akan bertahap, tidak simbolis. Nanti kita menunggu masukan dari masyarakat. Akan kita rutinkan dan rencanakan,” cetusnya.
Baca Juga:Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang di Jalan Ibrahim Adjie Bandung, Arus Lalu Lintas Sempat TergangguHujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Kota Bogor, 3 Pohon Tumbang!
Dishub sendiri setiap hari menerima aduan soal PJU. Rasdian menyebut timnya bekerja dalam tiga shift dan membagi wilayah ke dua zona besar, utara dan selatan.
“Pengaduan lampu mati itu hampir setiap hari ada, apalagi saat musim hujan banyak potensi konslet. Kita asesmen dan langsung tindak,” katanya.
Selain PJU dan PJL, kini Dishub juga menangani penerangan gang (PJG). Pemangkasan pohon di Supratman dan Riau menjadi langkah awal dari rangkaian panjang penataan pohon kota.
Pemerintah Kota Bandung memastikan pekerjaan ini akan berlanjut ke ruas-ruas lain sesuai hasil pemantauan. “Ini bukan kegiatan simbolis. Ke depan akan terus dilakukan secara berkala,” pungkasnya.
