JABAR EKSPRES – Di tengah duka akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, masyarakat Indonesia kembali diingatkan tentang pentingnya menjaga alam. Bencana tersebut diyakini terjadi salah satunya akibat alih fungsi hutan dan penebangan pohon secara masif yang menyebabkan ekosistem tidak lagi mampu menahan tekanan alam.
Melihat kondisi tersebut, Pandawara Group kelompok pemuda yang dikenal aktif membersihkan sungai dan lingkungan akhirnya turut angkat suara. Dalam salah satu unggahannya, mereka melontarkan ide unik: membeli hutan agar tidak dialihfungsikan. Meski awalnya hanya disampaikan sebagai ‘ide lamunan’, gagasan itu justru mendapat sambutan luar biasa dari publik.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar mereka langsung dibanjiri dukungan dari masyarakat umum hingga para artis dan influencer ternama. Banyak yang menganggap ide tersebut sebagai langkah konkret yang bisa menjadi solusi untuk menjaga kelestarian alam Indonesia.
Baca Juga:Update Tabel KUR Mandiri Desember 2025: Plafon Mulai Rp10 Juta, Cicilan Ringan dan Syarat Pengajuan TerbaruSedang Tayang! Link Live Streaming Persib vs Borneo FC, di Sini Gratis
Salah satu yang pertama merespons adalah Denny Sumargo. Tanpa basa-basi, ia menuliskan komentar yang membuat publik heboh.
“1 miliar pertama gw,” tulis Densu melalui akun Instagramnya. Pernyataan itu pun langsung ramai diperbincangkan dan dianggap sebagai simbol dukungan serius.
Tak berhenti di situ, penyanyi populer Denny Caknan juga ikut meramaikan. Ia menyatakan kesediaannya menyumbang Rp1 miliar untuk mewujudkan ide pembelian hutan demi mencegah alih fungsi lahan. Sikap ini membuat publik semakin antusias.
Dukungan lain datang dari King Abdi, jebolan MasterChef Indonesia. Melalui unggahan di Instagram, Abdi menyebut kesiapannya menyumbang dana yang jauh lebih besar, yakni Rp500 juta untuk turut menjaga kelestarian alam.
Tak hanya para figur publik, masyarakat biasa pun ikut memadati kolom komentar Pandawara. Banyak yang menuliskan niat untuk berdonasi, mulai dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu. Antusiasme yang begitu besar membuat satu pertanyaan mulai bermunculan “Bagaimana cara ikut menyumbang untuk membeli hutan bersama Pandawara?”.
Hingga saat ini, Pandawara Group belum merilis mekanisme resmi terkait penggalangan dana. Ide tersebut memang baru sebatas tanggapan spontan atas maraknya bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang disebut-sebut terjadi karena kerusakan hutan dan alih fungsi lahan.
