“Contoh misalnya Bandung Barat, kalau sekarang kuotanya dinamis tergantung yang mendaftar pada saat itu. Bisa saja Cimahi nanti tahun depan itu bisa 400 atau bisa 300. Tergantung yang mendaftar pada saat itu,” bebernya
Dengan rencana keberangkatan yang tinggal hitungan bulan, persiapan teknis bagi jemaah Cimahi telah berjalan intensif. Proses administrasi menjadi fokus utama, mulai dari pembuatan paspor hingga verifikasi biometrik visa.
“Alhamdulillah sih persiapan kita untuk pertama proses paspor. Kita sudah hampir 90 persen. Jemaah haji sudah mempunyai paspor semua,” ucap Nandang.
Baca Juga:Kuota Haji Bandung Barat Turun Jadi 195 Orang, Asep Ismail Minta Jemaah BersabarImbas Kebijakan Baru Kemenhaj, Kuota Haji di KBB 2026 Terjun Bebas
Ia menambahkan bahwa proses visa bio aplikasi biometrik yang terhubung langsung ke sistem Arab Saudi juga hampir rampung.
“Visa bio itu aplikasi yang dikeluarkan oleh Arab Saudi untuk mendeteksi jemaah haji alhamdulillah sudah hampir 80 persen,” papar Nandang.
Cimahi, lanjut Nandang, bahkan menjadi salah satu kota dengan tingkat pelunasan haji tertinggi.
“Alhamdulillah untuk Cimahi dalam kategori paling tinggi (se-Jabar) pelunasannya, Cimahi itu ketiga (tercepat pelunasan) kalau nggak salah terbanyak yang sudah melunasi. Hampir sekitar 200-an lebih,” imbuhnya.
Evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya membuat Kementerian Haji Cimahi lebih fokus pada koordinasi pelunasan dan percepatan administrasi.
“Untuk saat ini yang lebih fokus ya pelunasan jemaah haji. Kalau dokumen alhamdulillah berjalan lancar,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya strategi jemput bola agar calon jemaah tidak terlambat menyelesaikan pelunasan, mengingat kuota kini menggunakan sistem provinsi.
Baca Juga:Kuota Haji dan Umrah Kabupaten Bogor Turun jadi 1.589 Jemaah, Kemenag Sebut Ini Demi KeadilanKuota Haji 2026 Anjlok Drastis, FK-KBIHU Kota Banjar Protes ke Pemkot
Hal ini menjadi perhatian khusus karena kegagalan menyelesaikan pelunasan bisa membuat kuota Cimahi dipindahkan ke daerah lain.
“Misalnya Cimahi ada 10 orang yang tidak melunasi. Kalau dulu otomatis dari Cimahi yang mengisi. Kalau sekarang karena kuotanya kuota provinsi bisa saja mengisinya dari Banjar,” kata Nandang menutup. (Mong)
