JABAR EKSPRES – Keberagaman yang hidup di Kota Cimahi kembali terlihat hangat saat Pentas Seni Lintas Agama digelar di Gereja HKBP, Jalan Lurah Kota Cimahi, belum lama ini. Acara yang mempertemukan berbagai unsur agama, budaya, dan komunitas itu menjadi momentum penting untuk merawat toleransi dan menguatkan persatuan di tengah tantangan sosial yang kian kompleks.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bagaimana Cimahi mampu menjunjung tinggi kerukunan tanpa memandang perbedaan keyakinan.
“Melalui pentas seni lintas agama, kita menyaksikan bagaimana keberagaman dapat bersatu dalam harmoni. Setiap agama membawa nilai luhur tentang cinta kasih, kedamaian, dan persaudaraan dan seni menjadi media yang mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut secara indah dan universal,” ujarnya.
Baca Juga:PGN Siagakan Satgas Nataru 2025, Pastikan Pelayanan Terbaik Penyaluran Gas BumiAnugerah Kebudayaan Cimahi Soroti Urgensi Pelestarian Aksara Sunda Lewat PendidikanÂ
Mengusung tema ‘Bersatu Dalam Keberagaman Untuk Cimahi Harmoni’, acara ini menyiratkan pesan kuat tentang pentingnya melihat perbedaan sebagai anugerah.
“Merupakan pesan kuat bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan anugerah yang memperkaya kehidupan sosial kita,” kata Ngatiyana.
Ia menuturkan, Cimahi adalah kota dengan banyak budaya, agama, dan tradisi yang berdampingan secara damai. Karena itu, menjaga kerukunan menjadi tanggung jawab bersama.
“Tugas kita adalah menjaga dan merawat kerukunan itu agar tetap tumbuh subur. Melalui pentas seni lintas agama ini, kita dapat melihat bagaimana ekspresi budaya dan keyakinan masing-masing dapat hadir bersama tanpa saling meniadakan, tetapi saling menghormati,” jelasnya.
Ngatiyana juga menyoroti bahwa seni memiliki kekuatan untuk membuka hati banyak orang. Menurutnya, seni adalah jembatan yang memperkuat toleransi serta membangun rasa saling pengertian.
Ia juga menyinggung kegiatan senam kerukunan, yang dianggapnya sebagai simbol sederhana namun penuh makna. Gerakan serentak tanpa melihat perbedaan suku, agama, atau latar belakang menunjukkan bahwa kebersamaan sebenarnya tak pernah jauh.
“Kita hidup di era yang penuh tantangan, dimana perbedaan sering kali dijadikan pemicu perpecahan. Namun Cimahi harus menjadi contoh bahwa perbedaan bukan penghambat, tetapi kekayaan yang harus dirawat,” ucapnya.
Baca Juga:Marshall Ekspansi ke Indonesia, Toko Pertama Resmi Hadir di BandungJelang Nataru 590 Ribu Ton Beras di Jabar Aman!
Pemerintah Kota Cimahi, lanjut Ngatiyana, akan terus mendukung kegiatan yang memperkuat interaksi dan toleransi antarumat beragama. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.
