Amran menuturkan bahwa beras yang diketahui berasal dari Thailand itu tiba di Indonesia pada 16 November 2025, namun baru dibongkar dan di bawa ke gudang PT MSG Sabang pada 22 November.
Adanya beras yang masuk ke Tanah Air secara ilegal itu jelas bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Yang melarang impor beras.
Larangan impor beras itu diberlakukan Presiden, mengingat saat ini Indonesia tengah surplus beras nasional. Terlebih telah mendekati masa panen raya.
Baca Juga:250 Ton Beras Impor Ilegal Disegel, Kementan Kecolongan?Perbankan dapat Suntikan Insentif Rp36,38 Triliun, BI Sebut untuk Hal Ini!
“Seluruh warga negara Indonesia, apalagi aparat atau pegawai seluruh Indonesia harus patuh pada perintah panglima tertinggi, perintah Bapak Presiden,” kata Amran.
