Gapura Gedung Sate Diganti, Netizen Bilang Gak Nyambung! Ini Dia Respon Dedi Mulyadi

Beda gaya dalam menata Gedung Pemerintahan. Keberadaan Gapura Gedung Sate kini telah mengalami perubahan denga
Beda gaya dalam menata Gedung Pemerintahan. Keberadaan Gapura Gedung Sate kini telah mengalami perubahan dengan melakukan renovasi ulang.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beda pimpinan beda gaya dalam menata Gedung Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Keberadaan Gapura Gedung Sate kini telah mengalami perubahan dengan melakukan renovasi ulang.

Gapura Gedung Sate pada bagian pintu masuk itu, tepat berada di depan Jalan Diponogoro masih dalam proses pengerjaan.

Gapura Gedung Sate lama yang biasa menjadi akses masuk sudah dibongkar. Kemudian bangun baru dengan sturuktur utama batu bata.

Baca Juga:KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK RI, Usut Dugaan Korupsi Kementerian?DLH Kota Bandung Lambat Angkut Sampah, Hujan Turun Langsung Hanyut ke Sungai!

Bentuknya seperti gapura atau sangat menonjolkan gaya arsitektur budaya tatar sunda.

Perubahan gapura itu tidak hanya di gerbang utama, tapi juga beberapa gerbang masuk Gedung Sate lainnya. Seperti dari sisi barat atau sisi selatan.

Pembangunan gapura itu menuai respon dari berbagai pihak. Termasuk para netizen. Salah satunya menyorot soal desain gapura yang tidak nyambung dengan gaya bangunan utama Gedung Sate yang merupakan peninggalan kolonial zaman Belanda.

Menanggapi hal ini Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan respon mengenai komentar netizen mengenai gaya arsitektur Gapura Gedung sate itu.

Dedi Mulyadi berdalih agar jangan mengikuti komentar netizen tapi ikuti hasil dari desain bangunan yang sudah dibuat oleh arsitek.

“jangan ikutin netizen, tapi ikutin arsitek. Kalau ikutin netizen gak akan selesai,” cetusnya selepas Paripurna di DPRD Jabar, Kamis (20/11) malam.

Jangan Ikuti Netizen

Dedi Mulyadi beralasan selain banyak yang komentar tidak setuju. Masih banyak netizen yang juga mendukung pembangunan gapura itu.

Baca Juga:BIJB Kertajati Belum Pernah Berikan Deviden, Komisi III DPRD Jabar Desak Perbaiki Tata Kelola!Komisi IV DPRD Jabar Minta Awasi Ketat Pelaksanaan Proyek, Blacklist Kontraktor Nakal!

“Ikutin (pendapat.red) arsitek yang ahli dalam bidang tata ruang, terutama ruang-ruang yang bersejarah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Jabar Mas Adi Komar sempat menuturkan bahwa desain gapura baru itu dalam upaya memperkuat identitas Jabar.

Mas Adi sapaan akrabnya mengatakan, pembangunan gapura atau perubahan gerbang itu telah direncanakan dalam Perubahan APBD 2025.

Untuk anggarannya senilai Rp 3,9 miliar. Biaya sebesar itu digunakan untuk revitalisasi infrastruktur gapura dan pagar Gedung Sate.

“Ini kan ikon Jabar, jadi di representasi visual yang lebih kuat,” ujar Adi Komar. (son/yan)

0 Komentar