Pernyataan itu menggambarkan kegelisahan pemerintah terhadap kondisi mental siswa yang kian rentan. Ia menegaskan bahwa generasi Alfa tumbuh dalam lanskap yang berbeda, lebih cepat, lebih visual, dan lebih penuh tekanan.
Pemerintah, menurutnya, tidak bisa lagi bersikap reaktif dan harus hadir secara strategis dan preventif.
“Kita yang harus paham. Jadi pemerintah harus hadir dengan melakukan apa, program tadi yang saya bilang, Cimahi Mental Health School. Jadi pendidikan mental bagi anak-anak sekolah termasuk guru-guru ini,” ujar Adhitia.
Baca Juga:Disdik Siagakan Psikolog di Sekolah, Kota Bandung Tegaskan Tak Toleransi Perilaku BullyingMenuju Zero Bullying, Kota Bandung Masih Tertahan di Predikat 'Madya' Kota Ramah Anak
Melalui program ini, Pemkot Cimahi ingin membangun budaya sekolah yang lebih sehat secara emosional. Tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan anak setiap hari. (Mong)
