Selama ini, banyak pelaku usaha IKM menggunakan aplikasi terpisah untuk kebutuhan marketing, sales, pembukuan, hingga inventory, sehingga pekerjaan lebih lambat dan tidak efisien.
“Tenaga mereka selama ini habis untuk pekerjaan rutin. Dengan AI, mereka bisa lebih strategis. Di MWX, kami menyediakan marketplace dengan layanan yang sudah terintegrasi dalam satu tempat. Kalau dunia lain sudah pakai AI dan kita tidak, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Yose menambahkan, pendaftaran fasilitas layanan AI dapat dilakukan melalui Ditjen IKMA yang telah memiliki basis data IKM terkurasi.
Baca Juga:Tabel Angsuran KUR BRI 2025 Terupdate Pinjaman Rp1–Rp500 Juta untuk Kebutuhan UMKM! Cek Detailnya!Ini Cara Ajukan KUR BSI 2025 Pinjaman Syariah untuk UMKM sampai Rp500 Juta, Cicilan Lebih Ringan
Fasilitas gratis diberikan secara bertahap, mulai dari satu bulan dan dapat diperpanjang sesuai evaluasi.
Kerja sama antara Ditjen IKMA dan MWX ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing IKM dalam mendukung pertumbuhan industri nasional.
Adapun penandatanganan kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang digelar Ditjen IKMA pada 13-14 November 2025 di Hotel Ibis Styles Bogor Pajajaran.
Kegiatan yang diikuti 65 pelaku IKM se-Indonesia ini mengangkat topik Awareness Transformasi IKM, Adopsi INDI 4.0, serta sosialisasi pedoman keamanan siber bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara.
Selain itu, MWX juga melatih pelaku IKM dalam memanfaatkan AI untuk proses produksi, marketing, hingga penjualan.
