Gali Potensi Daerah Agribisnis, Dispernakan KBB Kembangkan Konsep Peternakan Berkelanjutan di Gununghalu

Gali Potensi Daerah Agribisnis, Dispernakan KBB Kembangkan Konsep Peternakan Berkelanjutan di Gununghalu
Petugas Kesehatan Hewan (Keswan) КВВ saat mengecek kesehatan pada sapi jenis limosin. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengembangkan konsep peternakan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Gununghalu.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan peningkatan produksi susu sekaligus upaya menggeliatkan perekonomian masyarakat di daerah dengan potensi agribisnis tinggi.

Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti mengungkapkan, program pengembangan sapi perah sudah dimulai sejak tahun lalu.

Baca Juga:Cegah Rabies, Dispernakan Bandung Barat Sediakan 4.000 Dosis Vaksin HPRSejumlah Sapi Perah di Lembang Mati Mendadak, Dispernakan KBB Lakukan Penyelidikan

“Kita tahun kemarin tim konsultan meneliti cocok tidak di sana, bukan hanya soal hidup tidaknya sapi tapi bagaimana masyarakat di sana, mau enggak. Kemudian dampak sosial,” kata Wiwin saat dikonfirmasi, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, tahap awal dilakukan melalui kajian menyeluruh dari tim konsultan yang meneliti kelayakan lokasi di Kecamatan Gununghalu sebagai pusat pengembangan baru.

Menurut Wiwin, kajian tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis peternakan, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan sosial masyarakat setempat.

“Kami ingin memastikan bahwa warga di wilayah selatan benar-benar siap berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi baru yang ditawarkan sektor peternakan sapi perah,” ujarnya.

Dari hasil kajian yang dilakukan, Gununghalu dinilai sangat potensial menjadi sentra baru peternakan sapi perah di Bandung Barat.

Selain kondisi geografis dan iklim yang cocok, disebutkan Wiwin faktor infrastruktur juga menjadi penunjang penting karena akses jalan ke wilayah tersebut kini sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ia memaparkan bahwa daerah dengan karakteristik tertentu, seperti lahan luas dan udara sejuk, memang menjadi habitat yang sesuai bagi sapi perah.

Baca Juga:Dispernakan KBB Prediksi Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2025 Naik 5 PersenPersiapan Idul Adha, Dispernakan KBB Seleksi Sapi Kurban untuk Presiden Prabowo

“Kan sapi prinsipnya kalau ada kebun teh hidup di sana. Di sana juga sudah ada UPT kita ada di Gununghalu. Dan sekarang sudah ada beberapa kelompok yang mau mulai,” ujar Wiwin.

Program pengembangan ini juga mengedepankan konsep peternakan ramah lingkungan.

Limbah kotoran hewan atau kohe akan diolah menjadi pupuk organik yang bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

“Konsepnya minimal kotorannya diolah kita wajibkan,” ucapnya.

Selama ini, Bandung Barat dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil susu di Jawa Barat. Namun, produksi masih terkonsentrasi di wilayah utara seperti Kecamatan Cisarua, Parongpong, dan Lembang.

0 Komentar