Dia menyatakan bahwa mereka sengaja memilih Ciamis sebagai destinasi belajar karena ingin menyaksikan langsung bagaimana sistem, program, dan berbagai inovasi pengelolaan sampah dijalankan secara nyata di lapangan.
“Kami datang ke Ciamis untuk belajar langsung bagaimana sistem, program, dan inovasi pengelolaan sampah dijalankan di sini. Kami melihat bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang bagi Ciamis untuk terus berinovasi,” jelas Fitri.
Ia berharap besar bahwa pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama di Ciamis dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran berharga bagi daerah-daerah di Kalimantan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan yang terpenting, dilandasi oleh partisipasi aktif masyarakat. (CEP)
