Usai Terjadi Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Wacanakan Pembatasan Game PUBG

Usai Terjadi Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Wacanakan Pembatasan Game PUBG
Usai Terjadi Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Wacanakan Pembatasan Game PUBG
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah kembali menyoroti dampak negatif game online setelah insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang diduga memiliki kaitan dengan pengaruh permainan digital tertentu.

Akibat kasus tersebut, muncul wacana untuk membatasi game seperti PUBG yang dinilai mengandung unsur kekerasan berlebihan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan pihaknya sedang melakukan kajian menyeluruh sebelum mengambil langkah kebijakan terkait pembatasan atau regulasi baru terhadap game online.

Baca Juga:Tak Hanya Lisa Mariana, Pria Bertato Pemeran dalam Video Panasnya Ikut Jadi TersangkaAda Amplop Digital Berisi Rp200.000 Saldo DANA Gratis, Klaim Secepatnya Disini!

“Pemerintah memahami bahwa industri game merupakan sektor penting dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Namun, kami akan menelaah secara cermat antara satu game dengan lainnya,” jelas Meutya, Senin (10/11/2025).

Menurut hasil kajian awal tim Komdigi, beberapa game populer seperti PUBG dinilai mengandung unsur kekerasan realistis, mulai dari penampakan senjata, darah, hingga ancaman visual yang menyerupai kriminalitas nyata.

“Game semacam itu cenderung masuk kategori usia 18+ karena mengandung elemen kekerasan, bahasa kasar, serta adegan menegangkan yang tidak cocok untuk pelajar,” tambahnya.

Meski begitu, Meutya menegaskan pemerintah belum akan memblokir PUBG atau game sejenisnya secara langsung.

Ia menekankan perlunya pendekatan bijak agar tidak merugikan industri kreatif dan pelaku e-sports yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

“Kami tidak ingin terburu-buru. Pendekatan yang kami lakukan harus seimbang antara kepentingan perlindungan masyarakat dan perkembangan ekonomi digital,” katanya.

Presiden Prabowo Soroti Dampak Game Online pada Pelajar

Wacana pembatasan game online ini juga muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak psikologis permainan digital pada anak-anak dan pelajar.

Baca Juga:Cara Ajukan Pinjaman Online Tanpa Agunan di Bank BRI 2025Tanpa Perlu Keluar Modal, Aplikasi Penghasil Uang 2025 Ini Terbukti Membayar Rp280.000

Dalam rapat terbatas di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Presiden meminta jajarannya menyiapkan langkah konkret untuk mencegah pengaruh buruk game online terhadap remaja.

“Bapak Presiden meminta agar pemerintah memikirkan solusi pembatasan serta edukasi terhadap dampak negatif game online,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat.

Prasetyo menilai bahwa game bergenre perang dan tembak-menembak seperti PUBG dapat menormalisasi tindakan kekerasan di kalangan pelajar.

“Secara psikologis, pemain bisa terbiasa dengan kekerasan dan menganggapnya hal wajar,” jelasnya.

0 Komentar