Sekolah turutmenyediakan fasilitas ruang dan mendukung penuh kegiatanyang diharapkan mampu meninggalkan efek positif jangka panjang, terutama dalam membentuk kesadaran akanpentingnya pengelolaan nyeri menstruasi secara alami dan sehat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengedukasi isu kesehatan yang sensitif namun krusial tersebut.
Sementara itu, peserta dari kalangan pelajar dan warga sekitar menanggapi antusias dan berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan kebiasaan sehat serta memperdalam pemahaman tentang kesehatan reproduksi.
Baca Juga:Demi Tingkatkan Ekonomi Desa Cibiru Wetan, UBK Gelar Pelatihan Pengolahan Jeruk Bali Menjadi SelaiSummarecon Bandung Luncurkan Cluster Hillary Tahap 2: Hunian Premium dan Elegan untuk Kenyamanan Keluarga
Banyak dari mereka mengaku memperoleh wawasan baru terkait cara alami meredakan nyeri haid yang selama ini mungkin mereka temui sendiri.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berakhir hari ini saja. Tetapimampu melahirkan kesadaran baru dan kebiasaan positif di masyarakat,” ungkap Ramadhan.
Ia menambahkan, bahwakegiatan ini menunjukkan komitmen Bhakti Kencana University dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sehat dan berdaya.
Kegiatan pengmas ini diakhiri dengan penyerahan materi edukatif dan produk minuman herbal hasil praktik kepada peserta sebagai cendera mata.
Dengan keberhasilan pelaksanaan ini, diharapkan akan muncul inisiatif serupa di waktu mendatang untuk terus mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan kesehatan reproduksi secara alami dan mandiri.
