“Pesantren dengan kelembagaan koperasi yang kuat bisa menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat,” tutur Irawan.
Ia menambahkan, terdapat lebih dari 40 ribu pesantren di Indonesia, dan jika separuhnya mampu menerapkan sistem koperasi seperti di Al-Ittifaq, dampaknya akan sangat besar bagi penguatan ekonomi masyarakat.
“Kalau minimal 50 persen pesantren meniru model koperasi ini, maka program-program pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi akan lebih mudah dijalankan dan berdampak luas,” ucapnya.
Baca Juga:Dorong Aglomerasi Solo Raya, Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Cita Loka Fest 2025!Jangkau 706 Desa, Program Speling Ahmad Luthfi Bisa Diterapkan Secara Nasional!
Menurut Irawan, Al-Ittifaq saat ini juga berperan sebagai agregator yang memfasilitasi kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dan koperasi di sekitar wilayah Bandung.
Kolaborasi itu diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ekonomi lokal sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Dengan sinergi seperti ini, kami yakin pesantren bisa menjadi pusat kemandirian ekonomi umat dan bagian penting dari perjalanan menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
