Uji Ketajaman Akademik dan Kejujuran, SMKN 3 Cimahi Gelar TKA di Tengah PKL

Para Siswa Siswi saat Sedang Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 3 Cimahi (mong)
Para Siswa Siswi saat Sedang Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 3 Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah rutinitas Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang padat, ratusan siswa SMKN 3 Cimahi tetap meluangkan waktu untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Ujian ini bukan sekadar formalitas tahunan, tapi menjadi instrumen penting dalam memotret kemampuan akademik dan karakter belajar siswa di era pendidikan vokasi yang semakin kompetitif.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 3 Cimahi, Ade Sudrajat menjelaskan bahwa TKA berfungsi sebagai alat ukur standar nasional untuk menilai capaian hasil belajar siswa.

Baca Juga:Dorong Aglomerasi Solo Raya, Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Cita Loka Fest 2025!Jangkau 706 Desa, Program Speling Ahmad Luthfi  Bisa Diterapkan Secara Nasional!

“Tes Kompetensi Akademik (TKA) adalah alat ukur standar yang digunakan secara nasional untuk menilai capaian hasil belajar murid, terutama dalam ranah kompetensi akademik yang mencakup pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata,” jelasnya pada Jabar Ekspres, Kamis (5/11/25).

Pada pelaksanaan tahun ini, Ade menjelaskan, sebanyak 563 siswa ikut serta dalam TKA.

Jumlah itu terdiri dari 551 siswa SMKN 3 Cimahi, ditambah 12 siswa dari dua sekolah SMK di Tarakan, Kalimantan Utara masing-masing enam siswa dari SMKN 2 Tarakan dan enam siswa dari SMKN 4 Tarakan.

“Reaksi anak-anak berbeda-beda, tapi secara keseluruhan mereka antusias mengikuti TKA ini. Walaupun sedang PKL, mereka tetap menyempatkan diri untuk belajar dan melaksanakan TKA,” ungkapnya.

TKA di SMKN 3 Cimahi menguji beberapa mata pelajaran wajib seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan.

“Untuk SMK, mata pelajaran pilihan yang wajib adalah PKK, sisanya sesuai dengan pilihan siswa masing-masing,” ujarnya.

Selain mengukur kemampuan, sekolah juga memastikan pelaksanaan TKA berjalan jujur dan tertib.

Baca Juga:Irjen Pol Rudi Setiawan Resmi Menyandang Gelar Doktor di UNAIRUlang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog Muda

“Agar TKA berjalan lancar dan jujur, sekolah mensetting siswa di laboratorium maksimal 20 orang per ruangan. Ada satu pengawas dari sekolah lain dan satu proktor. Semua tas dan HP disimpan di depan kelas,” katanya menegaskan.

Setelah TKA rampung, lanjut Ade, siswa akan menerima sertifikat resmi sebagai bukti partisipasi dan hasil capaian akademik.

Sertifikat ini nantinya bukan hanya berfungsi sebagai dokumen evaluasi, tapi juga sebagai bahan pertimbangan seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya dan penyetaraan antar jalur pendidikan.

0 Komentar