RADAR JABAR – Kepala Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Odang Kusnadi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna, atas terealisasinya pembangunan infrastruktur jalan yang dibiayai melalui program bonus produksi panas bumi tahun 2025.
Ia menilai, kebijakan Bupati Bandung yang mengalokasikan kembali sebagian besar bonus panas bumi untuk desa-desa penyangga telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan aksesibilitas jalan dan kesejahteraan warga.
“Saya, Odang Kusnadi, Kepala Desa Marga Mukti, mengaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung yang telah mengembalikan lagi sebagian besar bonus panas bumi ke desa-desa, termasuk ke Desa Marga Mukti. Alhamdulillah, di Desa Marga Mukti sudah terbangun sekitar 13 titik jalan, dan sebagian besar di antaranya merupakan hasil dari bonus panas bumi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa 4 November 2025.
Baca Juga:AS Usulkan Pembentukan Pasukan Keamanan Internasional di Gaza dengan Mandat Dua Tahun5 HP Samsung Turun Harga di Novemver 2025, Waktu Tepat untuk Upgrade!
Ia menuturkan, total pembangunan jalan tahun ini mencapai 13 hingga 14 titik, dengan 13 titik menggunakan hotmix dan 1 titik menggunakan cor beton (rabat beton).
Dari jumlah tersebut, lima titik merupakan jalan baru yang dibangun dari nol, di atas lahan yang sebelumnya belum memiliki akses jalan sama sekali.
“Lima titik ini betul-betul dari nol, dari tanah. Kalau musim hujan becek, kalau kemarau berdebu. Alhamdulillah, tahun ini insyaallah jalannya akan bagus dan mulus,” tuturnya.
Pembangunan jalan ini, kata Odang, juga merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana bonus produksi panas bumi yang sebagian besar dikembalikan kepada desa-desa di sekitar proyek energi panas bumi Wayang Windu, yang dikelola oleh Star Energy Geothermal Pangalengan.
Beberapa titik pembangunan di Desa Marga Mukti, paparnya, antara lain, Kampung Rancamanyar, dengan panjang sekitar 160 meter dan lebar 3 meter, menggunakan anggaran sekitar Rp.90 juta per titik.
Selanjutnya, Kampung Los Cimaung, dengan panjang 420 meter dan lebar 2,3 meter, dengan anggaran sekitar Rp. 170 juta per titik.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan di beberapa wilayah lainnya, dimana dari empat titik yang direncanakan tahun ini, seluruhnya ada 15 titik udah terealisasi.
Baca Juga:5 Motor Listrik Murah Terbaik Tahun 2025: Hemat dan Ramah LingkunganNyamuk Tropis Ditemukan di Pulau Jeju, Diduga Akibat Pemanasan Global
Terkait hal ini, warga mengaku sangat bersyukur atas hasil pembangunan tersebut.
