JABAR EKSPRES – Arus lalu lintas di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tepatnya di depan Pasar Dayeuhkolot, tersendat akibat banjir setinggi sekitar 50 sentimeter yang menggenangi wilayah tersebut, Sabtu (1/11).
Banjir itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Bandung sejak Jumat (31/10) sore. Akibat intensitas hujan tinggi, Sungai Citarum kembali meluap dan merendam ruas jalan utama penghubung Dayeuhkolot–Bandung.
Pantauan di lapangan, hanya kendaraan besar seperti truk yang masih bisa melintas di jalur tersebut. Sementara kendaraan kecil seperti minibus tampak melaju perlahan dengan kecepatan terbatas.
Baca Juga:Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Gantung Diri di Flyover Pasupati, Saksi Sempat Lihat Hendak TerjunEkonomi Kreatif di Jawa Tengah Tumbuh Pesat
Adapun pengendara sepeda motor yang nekat melintas, sebagian besar mengalami mogok di tengah genangan air.
Rata-rata pengendara yang tidak berani menerobos banjir memilih untuk memutar arah dan mencari jalur alternatif lain. Sejumlah kios dan toko di sekitar Pasar Dayeuhkolot pun terpaksa tutup karena air sudah masuk ke dalam bangunan.
Uji (31), warga Baleendah, tetap memilih melewati jalur Dayeuhkolot untuk berangkat kerja meski harus menanggung risiko sepeda motornya mogok.
“Ya daripada muter lewat Banjaran, lewat Rancamanyar juga sama macet, jadi tetap pilih jalur ini,” kata Uji saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, banjir di kawasan Dayeuhkolot sudah menjadi hal biasa.
“Udah biasa kalau mogok gini mah. Mau nggak mau harus dilewati, soalnya jalur alternatifnya panjang,” ujarnya.
Sementara itu, anggota KBO Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandung, IPTU Yana, membenarkan bahwa arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat terputus akibat banjir yang menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter.
“Untuk kendaraan yang melintas di Dayeuhkolot menuju Kota Bandung, tergenang sekitar 100 meter dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter,” ujar Yana.
Baca Juga:Pemprov Jateng dan Dubes Pakistan Jajaki Kerja Sama Bidang Pendidikan dan InvestasiWakil Wali Kota Bandung Erwin Terjaring OTT Kejagung
Menurutnya, Satlantas Polresta Bandung telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan dan mencegah kendaraan kecil terjebak banjir.
“Kami lakukan rekayasa arus kendaraan, terutama roda dua dan mobil kecil, dengan cara mengalihkan jalur ke arah Bojongsoang. Jadi kendaraan tidak melintasi titik genangan dan tidak mengalami mogok,” jelasnya.
