Guru Madrasah Swasta Bandung Barat Tuntut Keadilan dan Kesejahteraan

Guru Madrasah Swasta Bandung Barat Tuntut Keadilan dan Kesejahteraan
Ilustrasi: seorang guru madrasah tengah mengajar siswinya. Dok pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ribuan guru madrasah swasta di Bandung Barat masih harus berjuang demi pengakuan dan kesejahteraan yang layak.

Meski puluhan tahun mengabdi mendidik generasi bangsa di pelosok-pelosok madrasah, banyak di antara mereka belum tersentuh kebijakan afirmatif pemerintah, seperti pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pemberian tunjangan inpassing yang setara dengan guru di sekolah negeri.

Kondisi ini membuat para pendidik madrasah merasa belum mendapat perlakuan adil, padahal mereka memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan.

Baca Juga:Wamenekraf Dorong Daerah Jadi Poros Ekonomi Restoratif IndonesiaLombok Siap Jadi Gerbang Baru Penerbangan Internasional ke Turki

Data Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat, terdapat sedikitnya 6.240 guru madrasah, terdiri atas 2.041 guru penerima tunjangan profesi guru (TPG) baik sertifikasi maupun inpassing dan 4.199 guru honorer non TPG.

“Pemerintah seharusnya memberikan perhatian yang lebih serius terhadap nasib para guru madrasah swasta,” ujar Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) KBB, Dadan Saepudin, saat dikonfirmasi, Kamis (30/10/2025).

Menurut Dadan, mereka layak diprioritaskan untuk diangkat menjadi ASN maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Selama ini banyak guru madrasah swasta yang telah lama mengabdi, namun belum memperoleh kesempatan yang sama seperti tenaga pendidik di sekolah negeri,” katanya.

Dadan juga mendesak pemerintah agar segera membayarkan tunjangan inpassing sesuai masa kerja serta memberikan kenaikan golongan secara berkala.

Kebijakan ini, katanya, merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi guru yang selama ini bekerja dengan keterbatasan fasilitas dan penghasilan.

“Kebijakan ini penting demi keadilan dan penghargaan terhadap dedikasi para guru yang telah berjuang mencerdaskan anak bangsa di lingkungan madrasah,” katanya.

Baca Juga:Berkat Kerja Kolaborasi dalam Optimalimasi Potensi Daerah, Brida Jateng Raih Dua Penghargaan dari BRIN Transparansi Jadi Kunci, DPR Desak Pertamina Jaga Kepercayaan Publik di tengah Kasus ‘Motor Brebet’

Selain itu, Dadan juga berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan madrasah, baik melalui insentif daerah maupun program peningkatan kompetensi berkelanjutan.

“Guru madrasah adalah bagian penting dari kekuatan bangsa. Mereka berkomitmen membangun dan mencerdaskan generasi Indonesia dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab moral,” tambahnya.

Sebagai bentuk aspirasi, PGMNI dari seluruh Indonesia akan menggelar aksi damai di depan Istana Negara.

0 Komentar