JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, menyorot sejumlah SMA dan SMK swasta yang masih menahan ijazah para alumninya dengan alasan tunggakan biaya pendidikan.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi, mengingat sekolah-sekolah swasta telah menerima berbagai bentuk bantuan keuangan dari pemerintah.
Dedi menilai, alasan finansial tidak bisa lagi menjadi pembenaran bagi pihak sekolah menahan dokumen penting seperti ijazah.
Baca Juga:Ijazah SMP PGRI 1 Cimahi Aman, Kepala Sekolah: Belum Diambil karena Siswa Belum Cap Tiga JariĀ Syarat Maganghub 2025: Harus Pakai Ijazah atau Bisa SKL? Ini Aturan Terbarunya!
Namun, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan sisi berbeda. Menurut Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta Kota Cimahi, Subaryo permasalahan utama bukanlah pada pihak sekolah yang menahan, melainkan pada alumni yang belum mengambil ijazah mereka.
Subaryo, menegaskan bahwa sekolah-sekolah di Cimahi telah berupaya menyerahkan ijazah kepada para lulusan (alumni), tetapi tidak semua alumni datang mengambilnya.
“Salah satu hal berkaitan dengan ijazah dan sebagainya, kami berusaha menuntaskan untuk memberikannya,” ujar Subaryo saat ditemui Jabar Ekspres di SMK Pasundan 3 Cimahi, Jalan Melong Raya No.2, Cimahi Selatan, Senin (27/10/25).
Namun, lanjut dia, proses itu tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala di lapangan yang membuat proses penyerahan ijazah berjalan lambat.
“Kendalanya tentu tidak bisa tepuk sebelah tangan. Artinya, ketika kami mengundang siswa ke sekolah, harus ada juga kemauan dari siswa untuk datang. Banyak siswa kami yang belum punya waktu ke sekolah, jadi ijazah itu bukan ditahan atau tertahan, tapi memang yang bersangkutan belum datang mengambil,” tuturnya menjelaskan.
Subaryo menggambarkan kondisi tersebut, para kepala sekolah dan staf tata usaha itu sangat merindukan alumni-nya untuk segera datang ke sekolah.
“Dari sisi pembagian ijazah, sebenarnya tidak ada kendala sama sekali. Hanya saja, banyak alumni yang sudah bekerja, pindah ke luar kota, bahkan ada yang di luar negeri,” ujarnya.
Baca Juga:Tuntaskan Proses Resign Karyawan, RSOP Ciamis Tegaskan Tidak Ada Penahanan IjazahPenahanan Ijazah Karyawan RSOP Ciamis, Disnakertrans Sarankan Korban Melapor
Kesulitan lain muncul karena keterbatasan akses dan sumber daya sekolah. Menurutnya, pihak sekolah tidak memiliki kemampuan untuk mengirimkan ijazah ke alamat masing-masing alumni.
“Kami hanya bisa mengumumkan lewat media sosial sekolah. Untuk mengirim ke alamat alumni, kami belum punya kemampuan,” ungkapnya.
