Subaryo menjelaskan bahwa pengiriman ijazah melalui pos atau jasa kurir memiliki risiko tinggi, terutama karena dokumen tersebut merupakan dokumen negara.
“Pertama, alamat alumninya banyak yang sudah tidak jelas. Kedua, kami khawatir ijazah hilang di perjalanan. Selain itu, secara finansial kami juga tidak punya anggaran untuk pengiriman,” katanya.
Karena itu, ia mengimbau agar para alumni SMK di Cimahi segera datang ke sekolah masing-masing untuk mengambil ijazahnya.
Baca Juga:Ijazah SMP PGRI 1 Cimahi Aman, Kepala Sekolah: Belum Diambil karena Siswa Belum Cap Tiga Jari Syarat Maganghub 2025: Harus Pakai Ijazah atau Bisa SKL? Ini Aturan Terbarunya!
“Silakan para alumni, khususnya SMK yang ada di Kota Cimahi, datang langsung ke sekolah, temui bagian tata usaha, dan ambil ijazahnya,” ucap Subaryo.
Menanggapi wacana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan menyalurkan dana untuk membantu penebusan ijazah tertunggak, Subaryo menyebut pihaknya masih menunggu kejelasan.
“Sampai saat ini kami belum menerima anggaran apa pun yang berkaitan dengan ijazah. Kami masih menunggu, dan tentu kami berharap ada kebijakan yang membantu kami,” katanya.
Meski begitu, Subaryo menegaskan bahwa pihak sekolah swasta di Cimahi tetap berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang pendidikan.
“Kami ingin berperan aktif membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat. Kami berusaha keras agar layanan pendidikan di sekolah swasta tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah SMK swasta bahkan telah menyerahkan ijazah kepada para alumni tanpa menunggu bantuan dari pemerintah, semata karena tanggung jawab moral terhadap pendidikan.
“Kami punya niat baik untuk membantu pemerintah. Kami sudah menyerahkan ijazah kepada para alumni, kecuali mereka yang belum sempat datang karena kesibukan,” jelasnya.
Baca Juga:Tuntaskan Proses Resign Karyawan, RSOP Ciamis Tegaskan Tidak Ada Penahanan IjazahPenahanan Ijazah Karyawan RSOP Ciamis, Disnakertrans Sarankan Korban Melapor
Subaryo menyampaikan harapan kepada pemerintah provinsi agar kebijakan pendidikan lebih berpihak kepada sekolah swasta yang juga berperan besar dalam mendidik generasi muda Jawa Barat.
“Kami ini warga Jawa Barat, anak-anaknya Pak Gubernur. Kami sangat berharap keadilan, bantuan, dan perhatian dari Pak Gubernur agar layanan pendidikan di sekolah swasta bisa terus berlanjut dan semakin berkualitas,” tuturnya dengan nada penuh harap.
Ia juga mengajak semua pihak untuk saling bekerja sama dalam memajukan pendidikan.
