Bandung Menyala di Tengah Gemerlap Citylight Carnaval

Warga menyaksikan pawai keliling kendaraan hias di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Sabtu (25/10). Pa
Warga menyaksikan pawai keliling kendaraan hias di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Sabtu (25/10). Pawai kendaraan hias dengan tema Sumirat Bandung Citylight Carnaval diikuti sebanyak 61 kendaraan hias dari berbagai dinas, komunitas dan kecamatan yang ada di Kota Bandung untuk memeriahkan HUT ke-215 Kota Bandung.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jalan Perintis Kemerdekaan pada Sabtu (25/10) malam dipenuhi kerumunan warga yang datang untuk merayakan ulang tahun ke-215 Kota Bandung. Mereka menunggu Sumirat Bandung Citylight Carnaval.

Sebuah pawai kendaraan hias yang membawa 61 kendaraan berhiaskan lampu warna-warni, ornamen besar, dan denting musik kecil sepanjang rute dari Balai Kota hingga Lapangan Tegalega.

Warga mulai memadati ruas jalan bahkan sebelum malam benar-benar turun. Mereka mencari posisi strategis agar tak kehilangan momen ketika kendaraan yang mereka tunggu melintas.

Baca Juga:Jelang Munaslub AAI Kota Bandung Gelar RACProduk Perlindungan Jiwa Terbaru Hadie bagi Masyarakat Jawa Barat

Di antara mereka, Asep, 40 tahun, berdiri bersama istri dan kedua anaknya. “Kami memilih datang lebih awal supaya bisa mendapatkan posisi yang strategis dekat rute pawai,” ujarnya kepada Jabar Ekspres, malam itu.

Baginya, antusiasme sudah hadir sejak awal. “Suasananya sudah mulai ramai lampu-lampu jalanan mulai terasa gemerlap, pengunjung mulai berdatangan, ada unsur excitement yang terasa ketika mobil-mobil hias mulai bersiap,” imbuhnya.

Anak-anaknya bersorak setiap kali kendaraan dengan lampu LED berkedip mulai bermunculan, lengkap dengan ornamen besar di bagian atas dan musik kecil yang menyertainya.

Asep memaknai pengalaman itu sebagai momen bersama warga lain yang menyaksikan semangat kota ikut menyala. “Malam ini saya merasa bangga menjadi bagian dari warga Bandung yang menyaksikan kota ini ‘menyala’ bukan hanya secara fisik dengan lampu-led dan kendaraan hias, tetapi secara semangat juga,” katanya.

Asep pun memperhatikan bagaimana pawai ini menampilkan simbol penting kota dan tokoh nasional. Dia menyebut kendaraan bertema Habibie sebagai penghormatan terhadap mantan presiden yang menjadi bagian dari sejarah bangsa.

“Mobil yang menampilkan Habibie bukan hanya sebagai penghormatan kepada mantan presiden, tetapi juga sebagai pengingat bahwa Bandung dan Indonesia punya warisan besar,” ucapnya.

Dia merasakan manfaatnya langsung saat menyaksikan anak-anaknya tertarik pada simbol-simbol itu. “Saya merasa senang karena acara ini bukan hanya untuk hiburan semata, tapi juga edukatif dan memperkuat rasa kebersamaan,” debutnya.

Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke Generasi

Tak jauh darinya, Dinda, 19 tahun, memegang kamera sambil mencari sudut terbaik. Ia datang bukan sekadar untuk menonton, tetapi untuk ikut merayakan identitas kota lewat dokumentasi visual.

0 Komentar