Dinsos Bogor Siap Gandeng Panti untuk Tangani ODGJ, Usai Temuan Kasus Perempuan Tinggal di Gubuk

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma\'ruf
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma\'ruf. Foto: Sandika/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor menyatakan akan menjalin kerja sama dengan sejumlah panti sosial yang memiliki pengalaman dalam menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Langkah ini menjadi respons atas kasus memprihatinkan yang menimpa seorang perempuan ODGJ berinisial S (40), yang diketahui tinggal di sebuah gubuk berdinding bambu berukuran 2×3 meter di samping rumah keluarganya, di Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, mengungkapkan bahwa sebelumnya S sempat dirawat di RS Jiwa Marzoeki Mahdi, Kota Bogor. Namun, setelah menjalani perawatan, ia dipulangkan ke keluarganya untuk proses pemulihan lanjutan.

Baca Juga:Alex Pastoor Akui Tak Kaget Dipecat dari Timnas IndonesiaThom Haye Makin Padu, Persib Siap Tempur Lawan Selangor FC di ACL 2

“Nah ternyata di tengah keluarga itu yang bersangkutan malah ini tidak ada kondisi yang membaik akhirnya kita evakuasi kembali untuk kita masukan ke RS Marzoeki Mahdi,” kata Farid, pada Rabu (22/10/2025).

Farid menambahkan, Dinsos membuka peluang untuk menjalin kerja sama dengan panti-panti sosial yang memiliki pengalaman khusus dalam menangani ODGJ, apabila keluarga memang sudah tidak mampu memberikan perawatan maksimal.

“Inikan karena masih punya keluarga jadi diutamakan dirawatnya oleh keluarga, tapi nanti kalau memang ada kondisi yang lain ya kita bisa kerjasama dengan beberapa panti yang biasa nangani ODGJ,” sambung dia.

Sebelumnya, kondisi S menjadi perhatian publik setelah ditemukan tinggal di gubuk kecil dan tidak layak di samping rumah keluarganya.

Kapolsek Tenjo, Iptu A.M Zalukhu, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, S telah mengalami gangguan jiwa sejak 2021.

“Sudah lama. Pernah dibawa ke rumah sakit, tapi kemudian dipulangkan lagi oleh keluarganya,” kata Zalukhu pada Selasa (21/10).

Ia menjelaskan, S memiliki suami dan seorang anak. Dalam kesehariannya, sang suami tetap merawat dan memberi makan S. Namun, karena kondisi kejiwaan yang tidak stabil, keluarga terpaksa menempatkan S di gubuk terpisah agar tidak berkeliaran atau membahayakan warga sekitar.

Baca Juga:Kontroversi Disiplin Ala Militer di Jabar, Antara Pembinaan Karakter atau Salah Arah?Shin Tae-yong Siap Kembali Tangani Timnas Indonesia, Tapi Belum Dihubungi PSSI

“Kata keluargnya sering (Mengamuk), yang di kwatirkan itu dia suka pergi. Sudah beberapa kali menghilang,” jelasnya.

Sayangnya, hingga kini keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab gangguan jiwa yang dialami S. “Kata keluarganya begitu aja, belum tau penyebabnya,” kata dia.

0 Komentar