Dari beberapa sekolah yang mengalami kerusakan berat, Sofwan menyebut SDN Baros Mandiri 6 dan SDN Cibeber 4 sebagai yang paling terdampak.
“SD Baros Mandiri 6 ada satu ruang kelas yang rusak berat. Lalu SDN Cibabar Mandiri 1 bahkan ada beberapa ruang yang sudah tidak bisa digunakan sama sekali,” ujarnya.
Meski demikian, struktur utama gedung sekolah-sekolah tersebut dinilai masih cukup kokoh. Kegiatan belajar sementara dialihkan dengan sistem shift, agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Baca Juga:Aduan Penerimaan Siswa SMA/SMK Negeri Jateng Berkurang, Ombudsman Apreasiasi Pemprov JatengKebijakan Rombel Ubah Wajah Kelas di SMAN 1 Cimahi
“Struktur gedungnya masih aman. Jadi kelas yang tidak bisa dipakai itu sementara siswanya belajar bergantian, pagi dan siang,” tuturnya.
Sofwan menegaskan, proses pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan atau perbaikan sekolah akan dilakukan secara ketat sesuai standar.
“Untuk pengawasan saat pembangunan, itu sudah menjadi standar kami. Kami pastikan setiap tahapnya sesuai prosedur,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, hambatan utama dalam percepatan perbaikan sekolah sejauh ini terletak pada aspek anggaran.
Meski begitu, Dinas Pendidikan Kota Cimahi berkomitmen melakukan intervensi berjenjang agar setiap ruang belajar dapat kembali berfungsi optimal.
“Kendalanya mungkin di anggaran saja. Tapi kami terus berupaya agar semua ruang yang rusak bisa segera tertangani,” pungkasnya. (Monk)
