'Dari Kita untuk Kita', SMAN 1 Bandung Turut Siapkan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu

\'Dari Kita untuk Kita\', SMAN 1 Bandung Turut Siapkan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu
Pelajar SMA menunggu angkutan umum di depan SMA Negeri 1, Kota Bandung, Jumat (17/10). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – SMAN 1 Bandung tengah bersiap menjalankan program solidaritas bertajuk Rereongan Sapoe Sarebu, sebuah imbauan gotong royong harian seribu rupiah yang disarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

Hal itu ditujukan untuk membantu siswa maupun guru yang membutuhkan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Kardiana, mengatakan program Rereongan Sapoe Sarebu merupakan bentuk kepedulian internal warga sekolah terhadap sesama.

“Persiapan rereongan sapoe sarebu. Kebetulan kami baru rapat itu di hari Kamis, jadi harusnya mulainya sekarang,” ujar Kardiana kepada Jabar Ekspres di sekolahnya, Jumat (17/10).

Baca Juga:Dukung Rereongan Poe Ibu, DPRD KBB Nilai Ini Jadi Gerakan Sosial BerkelanjutanRereongan Sapoe Sarebu Siap Diterapkan di Cimahi, Ngatiyana: Kita Mulai dari ASN Dulu

“Sepertinya belum siap (hari ini), karena petugasnya juga ada keperluan lain, sehingga kami kemungkinan besar itu di hari Senin (20/10) dimulainya,” imbuhnya.

Salah satu hal yang tengah disiapkan adalah wadah donasi. Persiapannya salah satunya harus menyediakan kencleng. Dirinya menegaskan, kegiatan ini sifatnya sukarela atau himbauan sesuai arahan Pemprov Jabar.

Dia menjelaskan, para guru juga diberi opsi untuk berpartisipasi. “Mau sebulan sekali atau potong gaji? atau mau seperti apa, kemarin itu tawarannya begitu,” ujarnya.

Kardiana menegaskan, dana yang terkumpul sepenuhnya akan digunakan untuk membantu siswa dan guru di lingkungan Smansa. “Ada yang bertanya-tanya tentang ini dananya buat siapa Pak? Saya sampaikan bahwa dananya ini dari kalian untuk kalian. Bukan buat sekolah, bukan buat disetorkan ke dinas, tidak,” tegasnya.

Dana tersebut akan disalurkan bagi mereka yang membutuhkan bantuan, seperti biaya transportasi atau ketika mengalami musibah. Intinya, jelas Kardiana, gerakan itu murni ‘dari kita untuk kita’.

Tujuannya, menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan siswa. “Kami mengajarkan gini, kami peduli nggak tetap sesama. Walaupun mereka misalkan, saya lihat sih anak-anaknya ada memang sebagian yang kurang, ada yang sebagian diberi kelebihan lah. Intinya saya bilang, kalian mau nggak berbagi?”

Kardiana juga sempat meluruskan anggapan bahwa dana tersebut akan disetor ke instansi luar. Tadinya ada gambarannya begitu, setelah sebelumnya siswa diberitahu bahwa dana akan disalurkan kepada siswa kembali.

Baca Juga:Rawan Disalahgunakan, Fortusis Jabar Soroti Gerakan Rereongan Sapoe SarebuRereongan Poe Ibu: Tumbuhkan Empati namun Rentan Dikorupsi

Secara teknis, rencananya, pengumpulan dana dilakukan di waktu istirahat, dengan mekanisme yang melibatkan OSIS dan perwakilan tiap kelas.

0 Komentar