“Kalau misalkan istirahat pertama, kami tuh di sini hanya 10 menit. Kalau misalkan dari siswanya ada petugas yang siap, atau dari kelas-kelas masing-masing, silahkan dikelola oleh kelas masing-masing,” ujarnya.
Dia menambahkan, seluruh transaksi akan dicatat secara transparan setiap bulan. Melalui gerakan ini, pihak sekolah berharap solidaritas antarwarga Smansa semakin kuat.
“Menumbuhkan bagaimana kita peduli kesetaraan sesama teman-teman kalian yang kesulitan dalam hal transportnya, apakah sakit, tidak punya jajan. Jadi mengharapkan tingkat solidaritas, meningkatkan solidaritas kita antar sesama,” pungkasnya.
