JABAR EKSPRES – Sebanyak 28 siswa SDN 1 Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi jajanan telur goreng di lingkungan sekolah, Jumat (17/10/2025) siang.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, tidak lama setelah jam istirahat. Beberapa siswa tiba-tiba mengeluh mual, sakit perut, muntah-muntah, dan pusing.
Melihat kondisi itu, pihak sekolah segera melapor ke Puskesmas DTP Rajamandala untuk mendapatkan bantuan medis.
Baca Juga:Gattuso Siap Angkat Kaki dari Timnas Italia Jika Gagal ke Piala Dunia 2026Erick Thohir Minta Dua Hari Sebelum Buka Suara Soal Nasib Pelatih Timnas
“Betul kita terima laporan muncul kasus keracunan di Ciptaharja. Hasil penyelidikan awal bukan MBG, tapi dari jajanan sekolah. Korban ada 28 orang, 15 dirawat di Puskesmas 13 sedang diobeservasi,” kata Kepala Puskesmas DTP Rajamandala Teguh Hadian saat dikonfirmasi.
Menurutnya, jumlah siswa terdampak keracunan masih mungkin bisa bertambah. Saat ini pihak sekolah dan tenaga kesehatan dari Puskesmas langsung melakukan observasi medis agar korban bisa ditangani lebih dini sebelum bergejala.
“Kami sedang fokus dulu menangani siswa. Sekarang kita juga langsung datangi sekolah untuk observasi dan surveilans,” tambahnya.
Teguh menjelaskan hasil tracing awal, keracunan para siswa disebabkan jajahan olahan telur goreng. Untuk memastikan hal itu petugas medis akan membawa sampel makanan ke laboratorium.
“Diduga mereka mengalami keracunan akibat jajanan sekolah, katanya okahan telur goreng. Sekarang kami masih cek,” tandasnya. (Wit)
