Polemik Bandung Zoo, IPRC Minta Semua Pihak Tahan Diri

Bandung Zoo
Diskusi publik bertajuk Tata Kelola Kebun Binatang atau Bandung Zoo, Mau Dibawa ke Mana? di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (16/10/2025).
0 Komentar

BANDUNG – Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) menyarankan seluruh pihak yang terlibat dalam pusaran konflik Bandung Zoo untuk menahan diri. Langkah tersebut dianggap bijak agar polemik yang terjadi saat ini tidak berlarut-larut.

Direktur Eksekutif IPRC M Indra Purnama memandang polemik ini muncul lantaran adanya tata kelola administrasi di ruang publik yang tidak berjalan dengan baik. Bahkan polemik ini melewati rentang waktu yang cukup panjang, termasuk pergantian rezim dan kepemimpinan.

“Yang pada akhirnya di tahun sekarang menjadi puncaknya. Sehingga saya pikir, kalaupun memang ada perbaikan tata kelola yang baik, harusnya sih permasalahan ini nggak berlarut-larut. Tadi juga kan sebetulnya ada permasalahan-permasalahan yang tadi sudah mulai terang. Kemudian juga ada proses hukum yang sedang dilakukan, sehingga pada akhirnya nanti ketika memang ada hasil hukum yang sudah mengikat untuk semuanya, nah itu yang memang perlu jadi pijakan semuanya,” ujarnya dalam diskusi publik bertajuk Tata Kelola Kebun Binatang, Mau Dibawa ke Mana? di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga:Mengungkap Rahasia Gua Metanduno di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara846 Wisudawan Digitech University Siap Dominasi Era Digital 

Indra mengatakan, kontrol Pemerintah Kota Bandung diperlukan dalam polemik ini, termasuk kerja sama dengan yayasan atau siapapun agar operasional kebun binatang tetap berjalan baik. “Kalau tidak begitu, permasalahan-permasalahan yang seperti ini bisa muncul lagi kemudian hari ini,” tukasnya.Pembukaan garis polisi oleh Polda Jawa Barat kemarin dipandang Indra menjadi angin sejuk ditengah konflik yang terjadi saat ini. Terlebih, polemik yang terjadi berdampak terhadap ekosistem yang ada di Bandung Zoo utamanya orang-orang yang mencari nafkah di tempat tersebut.

“Minimal tidak ada perut yang terganggu dan juga tidak ada satwa yang terlantarkan. Tadi dari informasi yang saya dapat, selama penutupan, alhamdulillah yayasan mencoba sekuat tenaga untuk tetap melakukan perawatan dan gaji karyawan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dia berharap kasus maupun konflik yang menjerat kebun binatang yang berdiri sejak 1933 segera usai. Apalagi Bandung Zoo telah menjadi ikon wisata Kota Bandung dan memberikan kontribusi tak sedikit kepada pemerintah kota. Dengan adanya polemik ini, dikhawatirkan citra Bandung Zoo akan tercoreng yang membuat wisatawan enggan bertandang ke tempat tersebut nantinya.

0 Komentar