Dalam menjalankan misinya, BNN Cimahi juga menghadapi tantangan teknologi dan modus penyelundupan yang semakin canggih.
“Sekarang sulit dilacak. Ada CCTV di pusat-pusat transaksi, pelaku menggunakan pakaian ojek online dengan pelat nomor palsu. Itu menyulitkan penyelidikan,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tidak menyerah dan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk membongkar jaringan peredaran yang terselubung.
Yulius juga menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga:BNNK Ciamis Gelar Tes Urine Mendadak, Puluhan Pejabat Eselon Diperiksa untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba34 Kasus Narkoba di Cimahi Terungkap Sepanjang September 2025, Barang Bukti Senilai Rp750 Juta Diamankan!
Ia mengimbau agar masyarakat lebih berani melapor jika mengetahui adanya indikasi peredaran atau penggunaan di lingkungan mereka.
“Harapan kami, masyarakat berani melapor. Jangan takut, identitas pelapor kami lindungi. Jika ada keluarga yang terlibat, datanglah ke BNN, karena rehabilitasi tidak dipungut biaya,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa langkah utama BNN Cimahi bukanlah menghukum, melainkan menyelamatkan manusia dari jeratan narkoba.
“BNN berperang melawan narkoba demi kemanusiaan. Kami ingin mereka dipulihkan, dikembalikan ke kehidupan normal tanpa stigma. Tidak perlu malu, karena yang datang untuk berobat tidak akan diproses hukum,” tegas Yulius.
BNN Cimahi, lanjutnya, juga mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Cimahi yang mengacu pada Peraturan Presiden tentang Kota Bersih Narkoba (KOTAN).
Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan edukasi, Cimahi diharapkan dapat menjadi model kota tangguh dalam perang melawan narkoba.
“Tujuan kami jelas, agar seluruh elemen masyarakat, tanpa kecuali, bersih dari narkoba. Ini bukan hanya tugas BNN, tapi tanggung jawab bersama untuk masa depan Cimahi yang sehat dan aman,” pungkas Yulius. (Mong)
