Hadapi Perang Dagang AS-China, Ekonom Sebut RI Harus Perkuat Hal Ini

Hadapi Perang Dagang AS-China, Ekonom Sebut RI Harus Perkuat Hal Ini
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. (Dok. Pexels)
0 Komentar

Ketiga, menjaga keberlanjutan fiskal dan kredibilitas moneter agar kepercayaan pasar tetap tinggi di tengah ketidakpastian global.

“Kita tidak bisa hanya bereaksi pada gejolak global. Kita perlu strategi yang membuat setiap krisis menjadi momentum penguatan,” ujarnya.

Dalam pandangan Fakhrul, Indonesia perlu bergerak melampaui gagasan “resilience” yang pasif, menuju ekonomi “anti-fragile” yang mampu tumbuh dan beradaptasi di tengah tekanan.

Baca Juga:Produksi Beras Diprediksi Meningkat, Bulog-Kementan Pastikan Perbaiki Manajeman PenyimpananPemangkasan TKD Ancam Pembangunan Daerah, Begini Langkah Pemda di Jabar

“Dalam bahasa Nassim Taleb, ketahanan sejati bukan tentang bertahan, tetapi tentang bertumbuh melalui ketidakpastian. Dunia sedang berubah cepat; Indonesia harus menata desain ekonominya agar setiap guncangan menjadi sumber kekuatan baru, misalnya ketika ada perdebatan dunia terkait rare earth, Indonesia harus ada di tengah untuk menghadapinya demi kepentingan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

0 Komentar