“Masalahnya bukan di juru parkir semata. Ada rantai pengelolaan yang tidak efisien, dari sistem pendataan titik parkir, pelaporan, hingga pengawasan oleh aparat Dishub sendiri.” paparnya
Ia juga menyoroti belum optimalnya integrasi data parkir elektronik (TPE) yang seharusnya bisa menjadi basis transparansi pendapatan.
“Teknologi hanya alat. Kalau mental pengawasan dan komitmen integritasnya lemah, sistem digital pun bisa bocor. Pemerintah harus membangun sistem real-time monitoring dan audit data secara berkala,” ujarnya.
Baca Juga:Yeay! Internet TV Kini Hadir di ibis Bandung Pasteur – Menginap Jadi Makin Seru!AMD Pimpin Evolusi AI PC di Indonesia Lewat Ryzen™️ AI 300 dan AI Max Series
Achmad menegaskan, Pemkot Bandung seharusnya menjadikan parkir sebagai sumber PAD strategis, bukan sekadar pos kecil dalam anggaran daerah.
“Bandung ini kota wisata, pusat bisnis, dan mobilitas tinggi. Potensinya luar biasa. Tapi kalau kebijakan tidak konsisten dan pengawasan lemah, ya hasilnya seperti sekarang, potensi besar, tapi realisasi kecil,” pungkasnya.
Persoalan retribusi parkir di Kota Bandung menggambarkan dilema klasik pemerintah daerah antara efisiensi fiskal dan aspek sosial ekonomi.
Di satu sisi, Pemkot membutuhkan optimalisasi PAD untuk mendukung pembangunan dan layanan publik. Namun di sisi lain, penertiban sektor parkir bersentuhan langsung dengan ribuan warga yang menggantungkan hidup di sektor informal.
Achmad menilai, tanpa sistem pengawasan digital yang kuat, transparansi data pendapatan parkir sulit terwujud. Diperlukan langkah serius seperti audit lapangan, sinkronisasi data TPE, serta penataan ulang pola kemitraan antara Dishub dan juru parkir.
Dengan potensi ribuan titik parkir yang tersebar di pusat kota, kawasan wisata, dan area komersial, potensi PAD sebenarnya bisa mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun.
Namun selama sistem masih bocor dan pengawasan lemah, potensi itu akan terus tergerus oleh praktik parkir liar dan kebijakan yang tak terintegrasi.
Baca Juga:Pastikan Keamanan Pangan, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pengawasan MBG DiperketatBikin Panik Tamu Hotel di Bandung, Macan Tutul Berhasil di Evakuasi Tim Gabungan
Kini, semua mata tertuju pada Dinas Perhubungan dan Wali Kota Bandung, mampukah mereka mengubah potensi menjadi prestasi, atau justru kembali terjebak dalam pola lama yang berputar tanpa solusi?. (Dam)
