Ia berharap pemerintah daerah memperkuat perlindungan kawasan karst Citatah–Padalarang agar potensi wisata alam tidak dikorbankan demi eksploitasi sesaat. Sebab menurutnya, potensi ekonomi dari pariwisata berbasis konservasi jauh lebih berkelanjutan.
“Tambang itu cepat habis, tapi kalau wisata dijaga, manfaatnya bisa turun ke anak cucu. Kami hanya ingin Hawu tetap hidup sebagai kebanggaan warga Bandung Barat,” tandasnya.
Daya tarik Hawu Pabeasan juga mulai menggema di luar Bandung Barat. Salah satunya dirasakan oleh Youri (23), pengunjung asal Bekasi, yang datang bersama komunitas pencinta alam untuk menjajal rappelling dan climbing di tebing kapur tersebut.
Baca Juga:Update Kecelakaan Maut Cijambe Subang: 3 Orang Tewas dan 5 Luka-luka , Lalu Lintas Macet Hingga 5 KilometerBREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Cijambe Subang, Tiga Orang Tewas
“Saya sudah beberapa kali naik gunung, tapi panjat di Hawu rasanya beda. Pemandangannya luar biasa. Dari atas tebing, kita bisa lihat hamparan karst dan sawah warga, itu keren banget,” ujar Youri saat ditemui di lokasi.
Youri menilai potensi wisata ekstrem di Hawu sangat besar dan bisa menjadi kebanggaan Bandung Barat jika dikelola lebih baik. Namun, ia juga berharap pemerintah daerah memperhatikan infrastruktur dasar di sekitar kawasan wisata.
“Kalau akses jalan dan penerangan ditingkatkan, pasti makin banyak wisatawan datang. Sekarang masih agak gelap kalau malam dan beberapa jalannya belum mulus,” pungkasnya. (Wit
