Ia juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan dalam upaya bela negara, seperti kurangnya pemahaman masyarakat, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, serta pengaruh negatif budaya asing.
“Solusinya adalah peningkatan sosialisasi bela negara melalui berbagai media, memperkuat literasi digital untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian, serta penguatan karakter bangsa lewat pendidikan dan budaya,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh peserta FGD, khususnya para pemuda dan mubaligh LDII, untuk menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat. “Jadilah mubaligh yang berwawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Tingkatkan kualitas diri dan berkontribusilah aktif dalam pembangunan Indonesia,” pesannya.
Baca Juga:Dukung IKN Nusantara, ITB dan Universitas Mulawarman Perkuat Kader KesehatanM. Zidane- Asep Lukman Bakal Berebut Gelar Juara Trial Game Dirt 2025 di Sirkuit Lapangan tritan Poin Bandung
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun memberikan apresiasi kepada seluruh pemateri karena hasil FGD ini kn menjadi masukan untuk menyusun program kerja saat pelaksanaan Muswil IX LDII Jawa Barat.
“Alhamdulillah hari ini rangkaian pelaksanaan FGD telah selesai, mulai dari FGD pertama bulan lalu hingga FGD ke-3 pada hari ini sudah dilaksanakan. Hasil atau rumusan dari diskusi ini akan menjadi masukan bagi kami untuk merumuskan dalam Muswil kelak,” paparnya.
Dicky menambahkan, LDII sejak lama telah mempersiapkan para pemuda LDiI untuk berkontribusi dalam menyukseskan Indonesia Emas 2045. Pasalnya, mereka telah mendapatkan pendidikan karakter yang berlandaskan ajaran agama sejak usia dini hingga usia nikah.
“Pengajian tematik sesuai kategori umur rutin dilaksanakan sekitar lima kali seminggu. Mereka dibekali dengan pendidikan karakter yang berlandaskan ajaran Islam. Kalau di LDII disebut 29 karakter luhur. Insya Allah dengan bekal ini, mereka bisa menjadi generasi profesional religius,” pungkasnya. (*)
