Ketika Nicholas Saputra Dihukum Rasa Bersalah dalam Film Tukar Takdir

Ketika Nicholas Saputra Dihukum Rasa Bersalah dalam Film Tukar Takdir
Ketika Nicholas Saputra Dihukum Rasa Bersalah dalam Film Tukar Takdir
0 Komentar

ACFM adalah pasar konten komprehensif utama di Asia yang menjadi platform bagi film, serial, animasi, publikasi, webtoon, novel web, dan konten berbasis AI dipamerkan dan diperdagangkan.

Diadakan setiap tahun bersamaan dengan BIFF, ACFM mengumpulkan kreator, pembeli, produser, agen penjualan, dan investor global untuk berbagi wawasan industri terbaru dan membangun kemitraan bisnis strategis.

“Film ini hadir dengan genre berbeda, dan semoga juga menjadi kontribusi kami untuk perfilman Indonesia yang saat ini tengah bertumbuh baik dan sudah bisa menerima karya-karya yang baru dan segar. Semoga juga diterima oleh banyak penonton saat tayang di bioskop Indonesia,” tambah produser Tukar Takdir Rama Adi.

Baca Juga:Telkom Raih The Best State Owned Enterprise 2025 dalam Ajang “Indonesia Economic Summit 2025”Haraku Ramen Hadir di 23 Paskal, Sajikan Inovasi Bara Ramen dan Ramenini Cappuccini

Penulis dan sutradara Tukar Takdir Mouly Surya mengungkapkan, ia memang memiliki minat pada karya-karya bertema kecelakaan pesawat dan kasus-kasus yang terjadi di dunia penerbangan internasional. Meski demikian, Tukar Takdir menjadi sebuah karya yang benar-benar baru baginya.

“Film Tukar Takdir adalah karya yang baru bagi saya dan belum pernah dibuat sebelumnya. Selain drama petaka pesawat, ada drama yang kental dan melibatkan banyak karakter di dalamnya. Film ini juga berbicara tentang kedukaan, trauma, dan kesembuhan menuntun para karakternya untuk memiliki koneksi di tengah situasi putus asa,” ujar sutradara dan penulis Tukar Takdir Mouly Surya.

Nicholas Saputra, yang memerankan Rawa mengungkapkan cerita di film ini akan terasa sangat dekat dan meyakinkan. Melalui benang merah musibah, akan menjadi jalan penonton menaruh empati ke para karakternya.

“Cerita di film ini relate dengan banyak orang. Rawa adalah salah satu representasi orang yang berhadapan dengan musibah. Dan tokoh-tokoh lain di film ini juga pastinya akan merepresentasikan perasaan dan situasi yang juga banyak dialami oleh kita,” ujar Nicholas Saputra.

Sementara pemeran Dita, Marsha Timothy, mengungkapkan perasaannya saat Ia menjadi seorang Dita.

“Memerankan Dita bagi saya adalah karakter yang cukup berat. Dita merepresentasikan orang yang menghadapi musibah dan duka dengan kehidupan. Saya adalah salah satu orang yang takut dengan pembicaraan tentang petaka pesawat. Dengan film ini, ini menjadi salah satu cara untuk bisa mengatasi ketakutan, dengan cara menghadapinya,” ungkap Marsha Timothy. (*)

0 Komentar