Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai potensi gangguan terhadap fasilitas trotoar, Yayan memastikan bahwa seluruh proses penertiban dilakukan secara hati-hati dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen.
“Pekerjaan ini tidak melibatkan pembongkaran trotoar. Petugas hanya akan membuka bak kontrol, membersihkan tanah atau material yang menyumbat ducting, lalu mengembalikannya seperti semula. Seluruh proses dilakukan dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” paparnya.
Penertiban kabel udara dilakukan secara bertahap. Dimulai dari kawasan Dago–Riau, kemudian berlanjut ke Buah Batu, dan selanjutnya ke ruas Riau pendek hingga Jalan Aceh. Semua ruas tersebut telah dilengkapi saluran ducting yang siap digunakan.
Baca Juga:Trionda Resmi Jadi Bola Piala Dunia 2026, Simbol Persatuan Tiga Negara Tuan RumahMarc Marquez Siap Taklukkan Mandalika, Morbidelli Sebut Seperti Balapan di Rumah Sendiri
“Operator tidak memiliki alasan untuk menunda. Semua fasilitas sudah tersedia dan difungsikan kembali,” tegas Yayan.
Dengan adanya penertiban kabel udara ini, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat menciptakan ruang kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Sistem ducting bawah tanah dinilai lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Program ini juga menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, operator penyedia layanan, serta masyarakat sebagai pengguna ruang kota.
Penataan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan representasi dari komitmen bersama untuk menjadikan Bandung sebagai kota modern yang berdaya saing dan berorientasi pada kualitas hidup warganya. (Dam)
