JABAR EKSPRES – Maraknya peristiwa keracunan terhadap Ratusan siswa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah, membuat Badan Gizi Nasional (BGN) membuka saluran pengaduan (hotline) bagi masyarakat.
Saluran pengaduan ini akan menerima masukan dari masyarakat, baik berupa pengaduan, laporan bahkan kritik dan saran terkait penyelenggaraan progam MBG.
Hal ini sebagai salah satu cara bagi BGN untuk menjamin pelaksanaan MBG yang transparan dan berkualitas. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang.
Baca Juga:Cair Akhir September Ini, Dana Gratis Rp900.000 Cuman Pakai Syarat iniTim Basket SMAN 2 Bandung dan SMA BPK Penabur Cirebon Kembali Menjadi Juara di Honda DBL West Java Series
Nanik menyebut, dengan saluran pengaduan ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya program MBG sangat penting.
“Kami ingin pelaksanaan MBG berjalan transparan dan berkualitas. Karena itu, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aduan maupun masukan,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Minggu (28/9/2025).
Dia juga menamahkan, setiap laporan yang masuk akan segra diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Selain menerima aduan, saluran ini juga berfungsi sebagai pusat informasi. Masyarakat dapat menghubungi hotline untuk menanyakan teknis program, distribusi pangan, maupun standar kualitas yang diterapkan dalam MBG.
Transparansi dan partisipasi publik diyakini sebagai kunci keberhasilan MBG yang tidak hanya meningkatkan gizi anak Indonesia, melainkan juga memberdayakan UMKM lokal sebagai penyedia pangan.
“Partisipasi publik akan membantu pemerintah menindaklanjuti setiap temuan di lapangan secara cepat. Dengan adanya saluran aduan, masyarakat bisa ikut mengawal agar program tepat sasaran,” tegasnya.
Hotline terkait MBG mulai melayani aduan setiap Senin-Jumat, pada pukul 09.00-22.00 WIB. Terdapat dua nomor yang bisa dihubungi yakni 088293800268 (Operator 1) dan 088293800376 (Operator 2).
