GPS ingin membuktikan bahwa mereka bisa belajar dari kekalahan sebelumnya. Sementara Penabur bertekad menjaga hegemoni, menunjukkan bahwa bukan hanya keberuntungan yang membuat mereka juara, melainkan ketenangan pengalaman di panggung besar.
Satu hal yang pasti: ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah rematch panas, duel gengsi, dan pertarungan basket yang akan dikenang di DBL West Java Championship 2025. (Dam)
