Final Rematch ! GPS Incar Balas Dendam, Penabur Siap Pertahankan Tahta

Final Rematch ! GPS Incar Balas Dendam, Penabur Siap Pertahankan Tahta
Final Rematch ! GPS Incar Balas Dendam, Penabur Siap Pertahankan Tahta. FOTO IST
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Semua mata pecinta basket Jawa Barat akan tertuju ke GOR C-Tra Arena, Sabtu (27/9).

Panggung megah Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java Championship menghadirkan duel ulang yang sudah ditunggu: Global Prestasi School (GPS) Bandung menantang sang juara bertahan SMA BPK Penabur Cirebon di partai final.

Final ini bukan hanya soal trofi, tapi juga soal harga diri. Keduanya baru saja bertemu di East Region Final, di mana Penabur sukses mempertahankan mahkota lewat kemenangan dramatis 59-57.

Baca Juga:DAM Kembali Dukung Generasi Muda Lewat Honda DBL 2025 West Java SeriesHonda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Dimulai Pulau Dewata yang Penuh Talenta

Buzzer-beater tripoin Racquell di detik terakhir menjadi luka sekaligus cambuk motivasi bagi GPS. Kini, di panggung yang lebih besar, mereka punya kesempatan sempurna untuk membalik cerita.

GPS Bandung dikenal agresif ketika masuk ke paint area. Dengan motor utama Fiorenza, yang di laga terakhir menorehkan 24 poin, tim asal Bandung ini punya senjata utama untuk menyerang langsung ke jantung pertahanan lawan. Drive and finish underbasket, second chance point lewat rebound ofensif, dan intensitas tinggi di transisi offense jadi andalan GPS.

Sebaliknya, Penabur Cirebon adalah tim dengan mental baja. Mereka jarang panik meski dalam tekanan. Ball movement cepat, spacing rapi, dan kepercayaan penuh pada shooter jadi identitas mereka. Tripoin Racquell yang membalik keadaan di East Final adalah bukti bahwa mereka berani mengambil risiko di momen clutch.

Pertarungan diprediksi sengit sejak tip-off. GPS bakal coba mendominasi fisik di bawah ring, menguji bigman Penabur di paint area. Duel rebound bakal krusial, karena siapa yang menguasai second possession, dialah yang bisa mengatur ritme permainan.

Namun jangan lupakan perimeter defense. Penabur punya shooter mematikan, dan sekali GPS lengah, tripoin bisa jadi senjata pembunuh. Di sisi lain, jika GPS mampu menutup jalur tembakan luar, mereka bisa memaksa Penabur bermain ke dalam, tempat di mana GPS lebih nyaman.

Atmosfer final ini dipastikan menegangkan. Bayangkan: arena penuh, sorak-sorai suporter, tensi tinggi sejak menit awal, dan dua tim yang sama-sama lapar gelar. Tidak menutup kemungkinan laga kembali ditentukan lewat last-second shot, buzzer dramatis, atau bahkan duel mental di free throw line.

0 Komentar