JABAR EKSPRES – PSM Makassar menyudahi puasa kemenangannya di Super League 2025/2026 dengan mengalahkan Persija Jakarta di pekan keenam. Raihan tripoin perdana ini sangat disyukuri oleh pelatih Juku Eja, Bernardo Tavares.
Pertandingan PSM vs Persija di Stadion Gelora BJ Habibie hari Minggu 21 September 2026 malam WIB berakhir manis bagi tuan rumah karena menang via selisih 2-0. Masing-masing gol merupakan sumbangsih Savio Roberto via sepakan bebas dan gol sundulan Abu Kamara.
Berkat kemenangan pertama mereka di Super League 2025/2026 itu, sang kampiun Piala Indonesia 2018/2019 meninggalkan dasar klasemen untuk naik ke posisi ke-14 dengan nilai enam.
Baca Juga:Mudah dari Rumah Bisa Pinjam Hingga Rp500 Juta, Begini 2 Cara Pengajuan KUR BRI Online 2025Daftar Lengkap Hp Xiaomi yang Dapat HyperOS 3, Fitur Barunya Canggih Banget!
Bernardo Tavares pun merasa lega akhirnya timnya bisa menang perdana di liga musim ini sekaligus tidak lagi berada di posisi juru kunci.
Selama empat pekan awal, PSM memang baru sekali menelan kekalahan akan tetapi hanya bisa bermain imbang pada tiga laga lainnya.
“Tentu saja (terasa lega), karena menurut saya, para pemain dan suporter dan semua staf berhak tidak berada di dasar klasemen, karena orang-orang ini bekerja keras. Maka terdapat sikap yang fantastis, bukan hanya dari para pemain tapi juga dari para suporter,” kata Tavares pada jumpa pers usai pertandingan.
“Ini adalah perasaan yang sangat sulit untuk dilalui, dan juga dengan kondisi keuangan. Maka hari ini setidaknya kami gembira karena kami dapat menang, bagi para pemain, bagi semua staf, khususnya untuk para suporter. Terima kasih. Inilah yang kami rasakan sekarang,” sambung pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Terlepas dari kemenangan PSM Makassar, pelatih asal Portugal itu sewot karena kartu kuning kepada anak-anak asuhnya lebih banyak daripada bagi Persija.
Wasit hanya memberikan dua kartu kuning kepada pemain-pemain Macan Kemayoran, sedangkan untuk PSM ada lima pemain.
“Menurut saya lima kartu kuning (untuk PSM). Dan di sisi lain (untuk Persija) dua kartu kuning. Menurut saya, sangat mudah untuk memberikan kartu kuning ke PSM Makassar, dan sangat sulit (memberikannya) bagi lawan.” Imbuh Tavares.
