JABAR EKSPRES – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bandung kini tengah ditempa melalui program Pelatihan Transformasi Birokrasi gelombang pertama yang digelar Pemkab Bandung di Pusdikajen TNI AD, Lembang, 18–20 September 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memantapkan kapasitas ASN untuk mendukung 57 rencana aksi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Perda Nomor 11 Tahun 2025.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan pelatihan ini bukan hanya sebatas seremonial, melainkan langkah nyata untuk menyiapkan birokrasi profesional, berintegritas, dan selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga:Gelar Retret ASN, Pemkab Bandung Perkuat Kapasitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045ASN Pemkab Bandung Ikuti Retret Transformasi Birokrasi Tahap Pertama, Bupati : Langkah Perkuat OPD
“Untuk mempersiapkan visi Indonesia Emas 2045, ada lima hal yang harus disiapkan: peningkatan kualitas SDM profesional dan paham digitalisasi, perbaikan big data, research and development, organisasi yang kuat, serta pengelolaan keuangan yang baik. Retret ini adalah langkah nyata, bukan sekadar slogan,” kata bupati yang akrab disapa Kang DS, Senin (22/9/2025).
Dalam retret pertama ini, ASN mendapatkan kombinasi pembinaan disiplin ala militer dengan materi kepemimpinan, inovasi, serta harmonisasi birokrasi.
Kang DS berharap hasil dari program ini bisa memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, sekaligus mendukung seluruh agenda pembangunan daerah.
“Saya berharap seluruh peserta dapat menumbuhkan sinergi dan harmonisasi, bukan hanya di lingkungan kerja masing-masing, tetapi juga antarorganisasi. Dengan begitu, tata kelola pemerintahan dapat berjalan efektif dan mendukung pencapaian 57 rencana aksi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung, Yana Rosmiana, menilai program ini memberi bekal teknis yang konkret untuk menunjang visi-misi daerah.
“Retret ini sangat berkesan karena memberi manfaat besar bagi kolaborasi dan transformasi digital. Ilmu yang diperoleh menjadi bekal teknis untuk menunjang visi-misi Kabupaten Bandung dengan 57 rencana aksi pembangunan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Supardian. Ia menyebut pengalaman yang diperoleh dari program ini sangat berharga, terutama dalam aspek disiplin dan koordinasi.
Baca Juga:ASN Bandung Barat Terancam Dipecat Gara-Gara Kasus AsusilaKasus Rudapaksa Guncang Bandung Barat, Oknum ASN Kontrak Disnaker Diduga Lecehkan Anak Tiri
“Kami dibina dengan disiplin ala militer mulai dari bangun jam 4 subuh, olahraga, ibadah, hingga apel malam. Selain kedisiplinan, materi dari para narasumber juga menambah wawasan kami tentang sinergi dan koordinasi, yang tentu akan sangat berguna dalam mendukung rencana aksi daerah,” jelasnya.
