JABAR EKSPRES – Warga Pamijahan, Kabupaten Bogor, mulai mengungsi akibat gempa yang terjadi pada 20 hingga 21 September 2029.
Dari video yang diterima, tampak warga Pamijahan mengungsi di dalam tenda darurat berwarna merah dengan beralaskan tikar.
Tampak juga, warga membawa alat tidur seperti bantal dan guling. Dalam tenda tersebut, diisi oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Baca Juga:BPBD KBB Siapkan Dokumen Renkon dan Latihan Evakuasi untuk Antisipasi GempaBMKG: Gempa Sesar Lembang Bisa Berdampak Besar, Perlu Mitigasi dan Kewaspadaan Warga
Berdasarkan data dari bmkg.go.id, terjadi lima kali gempa yang dekat dengan wilayah Bogor. Kekuatan gempa dimulai dari 2.6 Magnitudo hingga 4.0 Magnitudo.
Mulai Sabtu, 20 September pukul 23.47 WIB, gempa dengan kekuatan 4.0 Magnitudo dan pukul 23.56 WIB terjadi gempa susulan sebesar 3.0 Magnitudo.
Lalu, pada Minggu 21 September, terjadi pada pukul 00.22 WIB dini hari dengan kekuatan 2.6 Magnitudo dan terdapat susulan pada pukul 01.59 WIB dengan gempa sebesar 3.8 Magnitudo, lalu pada Minggu sore, sekitar pukul 16.23 WIB gempa kembali terjadi dengan kekuatan 3.8 Magnitudo.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan proses kaji cepat gempa.
Ia melanjutkan, sekitar dua kecamatan yang merasakan gempa dengan kekuatan lumayan yakni, Pamijahan dan Leuwiliang.
“Pamijahan dan Leuwiliang,” singkat Adam saat dihubungi, pada Minggu (21/9/2025) malam.
